Gula Ilegal Malaysia Kembali Disita Polisi

Kompas.com - 11/03/2012, 13:05 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com - Gula ilegal asal Malaysia seperti tak ada hentinya membanjiri konsumen di Kalimantan Barat. Ini terbukti dari masih terus ditemukannya gula ilegal itu, termasuk yang diamankan oleh Kepolisian Resor Sekadau sebanyak 14,2 ton.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Ajun Komisaris Besar Mukson Munandar, Minggu (11/3/2012) mengatakan, gula itu dipastikan ilegal karena Indonesia dan Malaysia tidak memiliki perjanjian ekspor impor gula putih melalui Kalimantan Barat.

"Gula itu diangkut menggunakan dua truk menuju Kabupaten Sintang. Truk tertangkap aparat Polres Sekadau yang sedang melakukan razia," kata Mukson.

Gula putih itu diketahui milik A (48) yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Sekadau. Tersangka diduga melanggar Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Gula putih itu diangkut dari Sekadau menuju Sintang. Sebelumnya, gula putih dibawa dalam partai kecil dari Balai Karangan, Kabupaten Sanggau agar tak terendus petugas. Gula dari Balai Karangan ini berasal dari masyarakat yang membelinya di Sarawak menggunakan kartu pas pembelian berdasarkan perjanjian perdagangan perbatasan tahun 1970.

Masyarakat perbatasan diperbolehkan membeli berbagai kebutuhan hidup ke Sarawak maksimal 600 ringgit per orang per bulan.

Perjanjian itu mengatur, barang hanya boleh beredar di ring satu perbatasan atau kecamatan terdekat dengan garis batas negara Indonesia dan Malaysia. Jika keluar dari ring satu perbatasan, barang yang semula masuk secara resmi itu kemudian masuk kategori barang ilegal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau