Cuaca Buruk, Ribuan Truk Antre di Merak

Kompas.com - 12/03/2012, 01:37 WIB

MERAK, KOMPAS.com - Ribuan truk yang hendak menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung, mengantre di Pelabuhan Merak, Banten, karena cuaca buruk di perairan Selat Sunda, Minggu.

"Terjadi antrean truk ekspedisi itu karena angin kencang dan gelombang laut tinggi," kata Yanto, sopir truk di Merak.

Menurut dia, dirinya sejak Minggu sore hingga malam belum menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni karena antrean truk masih memadati lahan parkir Dermaga Merak.

Semestinya, kata dia, sudah menyeberang ke Pulau Sumatera karena mereka datang sejak pagi. Saat ini, menurut dia, pelayaran kapal "roll of roll off" (Roro) terhambat akibat cuaca buruk di perairan Selat Sunda. "Kami berharap malam ini juga bisa menyeberang ke Bakauheni, Lampung," katanya.

Ia mengatakan sopir truk menjadikan beban tersendiri apabila PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ADSP) tidak segera mengatasi antrean tersebut.

Sebab, kata dia, banyak truk mengangkut bahan pokok, sayuran dan buah-buahan, sehingga diperlukan waktu cepat agar tidak rusak dan layu, atau bahkan membusuk.

Selain itu, juga biaya operasional menjadi naik dua kali lipat. "Kami minta petugas PT ASDP kerja keras, sehingga truk ekspedisi tidak sampai antre panjang," katanya.

Begitu pula Nurdin, sopir yang truknya hendak menuju Bengkulu, mengaku telah lima jam mengantre, dan hingga Minggu malam sekitar pukul 21.00 WIB belum menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung. "Kami berharap malam ini juga bisa menyeberang ke Pulau Sumatera," katanya.

Sementara itu, Pelaksana harian (Plh) Manajer Operasional PT ASDP Cabang Feryy Merak Didi Juliansyah mengatakan dalam beberapa hari terakhir gelombang laut sangat tinggi disertai angin kencang di perairan Selat Sunda.
Biasanya, kata dia, trip pelayaran 90 sampai 95 per hari, namun kini di bawah 50 trip akibat cuaca buruk.

"Kami belum bisa mengatasi antrean truk yang cukup panjang hingga cuaca buruk berakhir, karena diperkirakan tinggi gelombang di pesisir Merak mencapai 2,5 meter, dengan kecepatan angin di atas 30 kilometer per jam," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau