MERAK, KOMPAS.com - Ribuan truk yang hendak menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung, mengantre di Pelabuhan Merak, Banten, karena cuaca buruk di perairan Selat Sunda, Minggu.
"Terjadi antrean truk ekspedisi itu karena angin kencang dan gelombang laut tinggi," kata Yanto, sopir truk di Merak.
Menurut dia, dirinya sejak Minggu sore hingga malam belum menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni karena antrean truk masih memadati lahan parkir Dermaga Merak.
Semestinya, kata dia, sudah menyeberang ke Pulau Sumatera karena mereka datang sejak pagi. Saat ini, menurut dia, pelayaran kapal "roll of roll off" (Roro) terhambat akibat cuaca buruk di perairan Selat Sunda. "Kami berharap malam ini juga bisa menyeberang ke Bakauheni, Lampung," katanya.
Ia mengatakan sopir truk menjadikan beban tersendiri apabila PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ADSP) tidak segera mengatasi antrean tersebut.
Sebab, kata dia, banyak truk mengangkut bahan pokok, sayuran dan buah-buahan, sehingga diperlukan waktu cepat agar tidak rusak dan layu, atau bahkan membusuk.
Selain itu, juga biaya operasional menjadi naik dua kali lipat. "Kami minta petugas PT ASDP kerja keras, sehingga truk ekspedisi tidak sampai antre panjang," katanya.
Begitu pula Nurdin, sopir yang truknya hendak menuju Bengkulu, mengaku telah lima jam mengantre, dan hingga Minggu malam sekitar pukul 21.00 WIB belum menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung. "Kami berharap malam ini juga bisa menyeberang ke Pulau Sumatera," katanya.
Sementara itu, Pelaksana harian (Plh) Manajer Operasional PT ASDP Cabang Feryy Merak Didi Juliansyah mengatakan dalam beberapa hari terakhir gelombang laut sangat tinggi disertai angin kencang di perairan Selat Sunda.
Biasanya, kata dia, trip pelayaran 90 sampai 95 per hari, namun kini di bawah 50 trip akibat cuaca buruk.
"Kami belum bisa mengatasi antrean truk yang cukup panjang hingga cuaca buruk berakhir, karena diperkirakan tinggi gelombang di pesisir Merak mencapai 2,5 meter, dengan kecepatan angin di atas 30 kilometer per jam," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang