Dana pendidikan

"Bantuan" Siswa Miskin Ganti Nama Jadi "Subsidi"

Kompas.com - 12/03/2012, 10:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Suyanto mengatakan, program Bantuan Siswa Miskin (BSM) berganti nama menjadi Subsidi Siswa Miskin (SSM). Menurutnya, nama SSM akan terasa lebih pas untuk mencerminkan upaya pemerintah menekan angka putus sekolah dan mengantisipasi bertambahnya kesulitan masyarakat menjelang naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) dengan memberikan subsidi tersebut.

Ia menjelaskan, kata "bantuan" dalam program BSM mencerminkan penerimanya. Kata itu, dinilainya, memiliki arti bercabang yang dapat diartikan semua siswa berhak menerimanya.

"Iya dong, kalau bantuan atau beasiswa itu kan hak semua orang. Maka kita ganti jadi subsidi, agar penerimanya jelas, yaitu mereka yang benar-benar hak," kata Suyanto kepada Kompas.com, Senin (12/3/2012), di Jakarta.

Seperti diberitakan, pemerintah mengalokasikan sebagian APBN-nya untuk mendukung program BSM (sekarang SSM). Program tersebut merupakan kepanjangan dari Program Keluarga Harapan (PKH) milik Kementerian Sosial. Salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh penerima PKH adalah memiliki anak yang bersekolah.

Melalui APBN Perubahan, unit cost SSM yang diberikan kepada siswa SD mencapai Rp 450 ribu, siswa jenjang SMP mencapai Rp 750 ribu, dan  siswa jenjang SMA berkisar di angka Rp 1 juta.

Ke depannya, SSM ditargetkan dapat menyentuh 23 persen dari seluruh jumlah siswa miskin di Indonesia. Sampai berita ini diturunkan, SSM telah menyentuh 14 persen siswa miskin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau