Sepak bola

Palangkaraya Siap Gelar Kongres Tahunan PSSI

Kompas.com - 13/03/2012, 02:56 WIB

Palangkaraya, Kompas - Panitia Kongres Tahunan PSSI 2012 di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, siap menggelar agenda krusial PSSI tersebut. Kongres akan digelar pada 18 Maret di Hotel Aquarius dan akan diikuti sekitar 350 peserta dari pengurus pusat PSSI serta daerah, Divisi Utama, Divisi I hingga III, dan Liga Primer Indonesia.

Anggota Komite Eksekutif PSSI, Tuty Dau, di Palangkaraya, Senin (12/3), mengatakan, sejauh ini tidak ada persoalan berarti dalam persiapan kongres. Panitia yang terdiri atas 60 pengda dan masyarakat umum pencinta sepak bola pun mengaku siap menggelar kongres. ”Palangkaraya sebagai tuan rumah sudah siap melaksanakan kongres. Persiapan sudah selesai,” ujar Tuty.

Para tamu sudah dipesankan akomodasi di sejumlah hotel di Palangkaraya, seperti Aquarius, Amaris, Luwansa, dan Grand Global. Kongres tahunan ini diharapkan berjalan sesuai rencana dan hasilnya dapat memperbaiki kondisi persepakbolaan nasional yang terpecah ke dua kompetisi, Liga Primer Indonesia (LPI) dan Liga Super Indonesia (LSI).

Dua kompetisi profesional ini membatasi pemilihan pemain untuk memperkuat tim nasional. Masalah pemilihan pemain ini menjadi semakin panas pascakekalahan tim nasional Indonesia 0-10 dari tuan rumah Bahrain dalam putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014.

FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengamanatkan supaya PSSI segera menggelar kongres tahunan untuk mencari solusi masalah persepakbolaan Indonesia. Kongres tahunan harus digelar sebelum 20 Maret 2012 untuk menghindari sanksi dari Komite Asosiasi FIFA.

Masalah yang membelit PSSI ini juga menjadi perhatian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang membentuk tim kecil untuk menjembatani komunikasi antara pihak PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang menginginkan kongres luar biasa. Kedua pihak diharapkan bisa duduk bersama dan mengakhiri perbedaan pendapat.

Liga tetap bergulir

Persiapan kongres tahunan PSSI itu tidak mengganggu kompetisi LPI ataupun LSI. Pada laga lanjutan LPI pada Senin malam, tuan rumah Persiba Bantul berhasil menundukkan tim tamu Persema Malang 3-1. Ugiek Sugiyanto mencetak dua gol dan Kornelius Kaimu menyumbang satu gol bagi Persiba. Gol tunggal Persema dicetak oleh Emile Mbamba melalui penalti.

Persiba tampil dominan melalui serangan-serangan cepat yang dimotori oleh Ezequiel Gonzales dan Ugiek. Kedua pemain ini tampil efisien di lini depan dalam menembus pertahanan Persema.

Persema gagal menambah gol berkat penampilan gemilang kiper Persiba, Andi Setiawan, yang menggagalkan penalti Irfan Bachdim di penghujung waktu. Persema mendapat hadiah penalti kedua setelah bek tengah Persiba, Wahyu Wijiastanto, menjatuhkan Irfan di dalam kotak penalti.

Pada laga lainnya, Semen Padang selamat dari kekalahan setelah penyerang muda Ferdinand Sinaga menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke-67 saat menjamu Persija Jakarta. Persija unggul lebih dulu melalui gol Hendra Bayauw pada menit ke-55.

Pertandingan semakin panas dan berujung dengan kartu merah penyerang Persija, Emmanuel De Porras, setelah menerima kartu kuning kedua pada menit ke-78.(BAY/ODY/ANG/ink)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau