Pendidikan tinggi

Pemilihan Rektor UGM Menghangat

Kompas.com - 13/03/2012, 03:57 WIB

Yogyakarta, Kompas - Panitia Ad Hoc Pemilihan Rektor Universitas Gadjah Mada periode 2012-2017, Senin (12/3), gagal melakukan penyaringan jumlah bakal calon rektor. Ini menyusul protes dari pemilih yang terdiri dari anggota Senat Akademik dan anggota Majelis Guru Besar UGM. Setelah melalui adu pendapat, akhirnya disepakati penyaringan bakal calon rektor dari tujuh calon menjadi lima calon diundur pada 15 Maret 2012.

Triwibowo, Dekan Fakultas Pertanian UGM yang menjadi salah seorang pemilih, mengatakan, para pemilih yang terdiri dari Senat Akademik dan Majelis Guru Besar sampai hari ini belum tahu identitas para bakal calon. ”Kok, tiba-tiba disuruh memilih. Mestinya para calon diperkenalkan dulu,” ujarnya.

Ketua Panitia Ad Hoc Pemilihan Rektor UGM 2012-2017 Soepomo, yang dihubungi Kompas, menyatakan, setidaknya ada dua masalah yang tidak diterima oleh pemilih. Pertama adalah dekatnya waktu penutupan pendaftaran calon rektor dengan pemilihan bakal calon rektor. ”Pendaftaran ditutup Sabtu (10/3) dan Senin (12/3) sudah dilakukan pemilihan bakal calon,” katanya.

Satu lagi yang dipermasalahkan pemilih adalah para bakal calon sama sekali tidak disosialisasikan kepada para pemilih. ”Para pemilih mengaku belum tahu profil calon,” kata Soepomo.

Akhirnya, pertemuan kemarin diisi dengan perkenalan para bakal calon. ”Perkenalan saja, bukan membeberkan visi-misi,” kata Soepomo.

Tujuh bakal calon yang maju mencalonkan diri menjadi rektor adalah Prof Dr Danang Parikesit, Prof Dr Djagal Wiseso Marseno, Prof Dr Hartono, Prof Dr Marsudi Triatmodjo, Prof Dr Pratikno, Prof Ir Suryo Hapsoro, dan satu-satunya calon dari Universitas Indonesia (UI) adalah Dr dr Hafizurrachman. Ini merupakan saringan administratif dari 11 bakal calon yang mengajukan.

Gugatan

Masalah dalam pemilihan rektor UGM juga muncul setelah keluarnya Surat Keputusan Majelis Wali Amanat UGM Nomor 01/SK/MWA/2012 yang isinya antara lain menyangkut persyaratan bakal calon rektor, yakni maksimal berumur 60 tahun saat dilantik menjadi rektor.

Surat keputusan ini kemudian digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara dan Mahkamah Agung.

Namun, menurut Soepomo, gugatan tersebut tidak memengaruhi jalannya pemilihan rektor UGM. ”Mengutip kata Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, pemilihan rektor bisa jalan terus karena keputusan itu untuk waktu yang akan datang,” katanya. (TOP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau