Biaya pendidikan

PTN Dilarang Keras Naikkan SPP

Kompas.com - 13/03/2012, 09:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Perguruan tinggi negeri dilarang menaikkan sumbangan pembinaan pendidikan pada tahun ajaran baru 2012/2013 mendatang. Kenaikan SPP di PTN hampir dipastikan terjadi sebagai dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak.

Seperti diketahui, pemerintah berencana menaikkan harga BBM pada 1 April 2012. Hal itu dipastikan akan memicu kenaikan harga sejumlah barang serta kebutuhan pokok masyarakat. Tidak terkecuali biaya pendidikan di jenjang pendidikan tinggi, termasuk di PTN.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah dalam rapat kerja (raker) antara Mendikbud dan DPR Komisi Bidang Pendididikan, Pariwisata, dan Olahraga yang digelar kemarin menyampaikan, tren kenaikan SPP PTN hampir terjadi di setiap tahun. Dengan adanya rencana kenaikkan BBM, pada tahun ajaran 2012/2013 dibuat mekanisme bantuan operasional yang memungkinkan PTN tidak menaikkan SPP.

"Dalam raker kemarin, kami (Kemdikbud) tegas melarang kenaikan SPP diseluruh PTN," kata Nuh kepada Kompas.com, Selasa (13/3/2012), di Jakarta.

Ia mengungkapkan, kecenderungan PTN untuk menaikkan SPP tiap tahunnya memang tinggi. Sebab, PTN mengikuti laju inflasi dan adanya tuntutan kebutuhan operasional kampus yang sulit dihindari.

Dalam raker tersebut, Nuh mengatakan, melalui APBN Perubahan 2011 ada sebaran perguruan tinggi baru di Indonesia yang telah berdiri dan perlu ditingkatkan, baik dari sisi daya tampung maupun daya saingnya.

Beberapa di antaranya adalah Politeknik Bengkalis, Universitas Teuku Umar, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Politeknik Batam, Politeknik Bangka Belitung (Babel), Universitas Babel, Universitas Tarakan, Politeknik Balikpapan, Politeknik Nusa Utara, Universitas Musamus, Politeknik Sorong, Unversitas Sikka, Politeknik Banyuwangi, Politeknik Sampang, dan Institut Teknik Sumatera.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau