Penerimaan mahasiswa baru

Unnes Setuju SNMPTN Tulis Dihapuskan

Kompas.com - 13/03/2012, 12:24 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Universitas Negeri Semarang (Unnes) menyepakati rencana penghapusan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) tulis pada 2013. Dengan dihapuskannya jalur tulis, maka penerimaan mahasiswa baru di PTN hanya melalui jalur undangan.

"Kami bukan hanya setuju, namun sangat setuju (SNMPTN tulis dihapus). Menurut kami, tidak ada masalah jika SNMPTN jalur tulis akan dihapus," kata Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo di Semarang, Senin (12/3/2012).

Menurut dia, selama ini Unnes telah memberi porsi sangat besar untuk calon mahasiswa melalui SNMPTN undangan dibandingkan jalur tulis. Hal itu dilakukan sebagai upaya menghargai hasil jerih payah guru dan sekolah mendidik para siswanya.
    
Sudijono menjelaskan, tahun ini Unnes memberikan porsi mahasiswa melalui SNMPTN, baik undangan mau pun tulis sebesar 80 persen dari total daya tampung. Padahal, kewajiban minimal hanya sebesar 60 persen.

Dari 80 persen daya tampung melalui SNMPTN itu, paparnya, sebesar 64 persen berasal dari SNMPTN undangan dan hanya 16 persen yang diterima melalui SNMPTN jalur tulis.

"Sisanya yakni 20 persen diambilkan dari jalur mandiri yang disebut Seleksi Penerimaan Masuk Unnes (SPMU)," katanya.

Sudijono berpendapat, seleksi SNMPTN yang hanya dibuka melalui jalur undangan sudah cukup untuk menilai prestasi akademik siswa selama beberapa semester akhir. Menurutnya, tak perlu ada tes lanjutan.

"Selain untuk memudahkan siswa masuk ke perguruan tinggi, semua proses dalam SNMPTN undangan sudah bagus. Dasar prestasi siswa ya teman-teman guru sebenarnya paling tahu siswanya yang berprestasi. Itu cukup," katanya.
    
"Kami selama ini sudah memberi porsi besar untuk calon mahasiswa lewat SNMPTN, terutama undangan. Karena itu, jika tahun depan tidak ada lagi SNMPTN tulis sebenarnya tidak ada pengaruhnya bagi kami," lanjut Sudijono.

Sementara itu, Universitas Diponegoro Semarang juga mengatakan akan mengikuti instruksi yang dikeluarkan pemerintah pusat mengenai SNMPTN pada tahun depan, jika memang SNMPTN tulis memang akan dihapuskan.

Rektor Undip Prof Sudharto P. Hadi mengakui, SNMPTN undangan merupakan pengakuan dan apresiasi kalangan perguruan tinggi terhadap hasil jerih payah guru dan sekolah mendidik siswa yang harus dibalas dengan kejujuran.
 
"Dalam artian, rekomendasi yang diberikan terhadap siswa yang ikut SNMPTN undangan harus valid dan benar. Kami akui, selama ini kami masih memberi porsi lebih besar melalui SNMPTN tulis dibanding undangan," ujar Sudharto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau