Mendag Kunjungi Pabrik Pesawat Embraer

Kompas.com - 13/03/2012, 14:04 WIB

SAO PAULO, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan sejumklah pejabat eselon satu dan dua Kementerian Perdagangan mengunjungi pabrik pesawat Embraer, Senin petang waktu Sao Paulo atau Selasa (13/3/2012) dinihari waktu Indonesia.

Wartawan Kompas Andreas Maryoto dari Brasil melaporkan, kedatangan rombongan Indonesia ini diterima Eduardo Munhos de Campos, Vice President Embraer untuk Pemsaran Wilayah Amerika Latin dan Karibia. Gita mendapat penjelasan mengenai sejarah Embraer hingga produksi terbaru produsen pesawat itu.

Sejak berdiri Embraer telah mengirim produknya ke 60 perusahaan di 42 negara. Beberapa maskapai yang telah menggunakan produknya antara lain KLM, Lufthansa, JAL dan Alitalia. Embraer memproduksi sejumkah jenis pesawat muali dari pesawat komersial, pesawat militer, hingga jet eksekutif.

Untuk tahun ini, order pesawat yang sudah pasti nilainya 15,4 miliar dollar AS. Campos memperkirakan dengan kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan sehingga membutuhkan konektivitas antarpulau, Indonesia ditargetkan bisa menyerap 230 pesawat Embraer komersial.

Usai mendapat penjelasan, rombongan diajak untuk melihat pabrik pesawat . Gita mengatakan, produk-produk industri Brasil berpotensi masuk ke pasar Indonesia, seperti pesawat terbang. Sebaliknya produk-produk tradisional Indonesia seperti sepaytu dan garmen dari Indonesia bisa masuk ke pasar Brasil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau