Cynthiara Alona Gelisah Dituduh Curi Lagu

Kompas.com - 13/03/2012, 19:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Artis peran Cynthiara Alona mengaku sedang tidak tenang. Perasaan gelisah Alona muncul karena ada orang yang mengaku sebagai pencipta "Cinta Gila", lagu yang dinyanyikannya, dirilis pada 2011, dan tengah dipromosikannya.

Alona mengetahui kabar tersebut dari membaca berita media massa. Dalam pemberitaan itu, Ipin, personel Rindu Band, mengaku sebagai pencipta lagu "Pacarku Beristri". Ipin menyebutkan, judul lagu itu diubah oleh Alona menjadi "Cinta Gila" dan musiknya diaransemen ulang oleh Alona.

"Stres aku, sampai nyanyi di Kalimantan enggak fokus. Wow, ada apaan nih. Lagi naik-naiknya kok tiba-tiba ada yang mengaku sebagai pencipta laguku. Di saat laguku lagi naik-naiknya nih, peringkat lima besar, sering on air di TV dan radio, kok tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku," ujarnya ketika ditemui di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten.

Bintang film Diperkosa Setan ini juga mengaku sampai kebingungan mengapa dirinya dituduh mencuri lagu tersebut. Ia merasa tidak pernah mencuri karya orang lain. "Halo... mana semua orang bisa buat lirik, lho. Jangan mentang-mentang lagu ini naik, jangan ngaku-ngaku deh. Kalau dia bilang harus diselesaikan dengan kekeluargaan, kekeluargaan apaan? Keluarga gue juga bukan," ujarnya.

Bagaimana sebenarnya Alona mendapatkan lagu itu dan mengapa sampai muncul tudingan bahwa ia mencuri lagu ciptaan Ipin?

Alona menuturkan, ia memang pernah mendapat sebuah lagu dari seseorang dengan nama berinisial G. Orang tersebut memberi sebuah lagu dengan musik Melayu, sedangkan ia akan membuat album pop. "Aku bilang, enggak masuklah lagunya. Tapi, dia taruh aja tuh lagunya. Dia bilang, 'Copy aja dulu, kali aja entar lo juga mau'. Terus, dia ke Brunei. Dia pinjam uang ke aku Rp 5 juta, terus Rp 1,5 juta. Aku cari dia dua tahun hilang. Aku pikir dia jual putus (lagu itu) dan aku anggap beli putus. Aku pikir lunas. Yang penting, lagu buat aku," terangnya.

Judul lagu yang tadinya "Pacarku Beristri" kemudian diganti oleh Alona menjadi "Cinta Gila". Ia juga mengaransemen ulang lagu itu.

Setelah lagu tersebut dirilis pada 2011 dan dipromosikannya, tiba-tiba Ipin mengaku bahwa lagu itu merupakan karyanya. Belakangan, Alona mengetahui bahwa G merupakan manajer Ipin. "Berarti, itu orang kurang ajar. Aku enggak mengerti hubungan kalian (Ipin dan G) seperti apa. Yang menuduh saya, mana buktinya? Kalau memang ya, biar gue tahu. Sama G juga, tolong dong balikin duit gue," tegasnya. (Willem Jonata)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau