Olimpiade 2012

Thorpe Ikuti Seleksi di Kejuaraan Renang Adelaide

Kompas.com - 14/03/2012, 03:27 WIB

Adelaide, Selasa - Harapan perenang Australia, Ian Thorpe, bisa kembali berlomba di olimpiade kian lancar. Minggu ini, perenang peraih lima emas olimpiade itu akan turun dalam kejuaraan nasional renang di Adelaide.

Bersama Thorpe, sejumlah perenang lokal yang juga berambisi berlomba di Olimpiade London 2012 bakal turun. Kejuaraan tersebut merupakan ajang seleksi untuk membentuk tim renang olimpiade Australia.

Seperti diketahui, Thorpe, perenang berusia 29 tahun itu, kembali turun ke kolam satu tahun lalu. Selama hampir lima tahun lebih ia berhenti menekuni dunia renang.

”Berlatih di rumah malah membuat saya frustrasi. Saya berpikir bisa mewujudkan hasil latihan ke dalam lomba dengan hasil bagus. Kenyataannya, itu tidak terwujud dan malah menguji kekuatan mental dan kesabaran saya. Namun, saya percaya, kerja keras saya akan berbuah baik. Saya berharap itu akan terwujud di Adelaide,” ujar Thorpe yang juga kerap dijuluki ”Thorpedo” itu.

Pelatih kepala renang Australia, Leigh Nugent, juga meyakini, Thorpe masih bisa membuat kejutan di kejuaraan nasional renang di Adelaide. Dalam kejuaraan yang menjadi ajang seleksi tim tersebut, Thorpe turun pada nomor 100 meter dan 200 meter gaya bebas.

”Saya kira, untuk sosok seperti Ian, apalagi dengan pengalaman dan kemampuannya berkompetisi, kita tidak bisa menyamakannya dengan apa pun,” ujar Nugent.

Jumat lalu, Thorpe turun pertama kali pada babak kualifikasi nomor 200 meter gaya bebas. Ia harus bisa menjadi yang tercepat atau cukup menjadi runner-up di final. Apabila catatan di final tersebut memenuhi kualifikasi, itu sudah menjamin dirinya mendapat tempat di London.

Dari catatan, Thorpe masih memiliki kesempatan untuk mengikuti kualifikasi olimpiade pada nomor 200 meter gaya bebas. Sejak kembali turun ke kolam, waktu terbaik yang dicatatkan Thorpe adalah 1 menit, 50,79 detik dalam kejuaraan di Singapura pada November 2011. Dengan catatan waktu itu, Thorpe ada di peringkat ke-19 Australia tahun ini.

Sementara untuk nomor 100 meter gaya bebas, lawan terberat Thorpe datang dari juara dunia nomor 100 meter gaya bebas berusia 20 tahun, James Magnussen. Tahun lalu, di Kejuaraan Dunia Renang di Shanghai, Magnussen meraih emas pada 100 meter gaya bebas dengan membukukan waktu 47,63 detik.

”Kembalinya Thorpe ke kolam membuat Australia seperti mendapat anugerah. Namun, Thorpe harus bekerja keras untuk bisa masuk dalam tim yang akan berlomba di London,” ujar Magnussen.

Meski begitu, ujar Magnussen, ia yakin Thorpe akan bekerja keras. ”Apalagi, nomor 100 meter gaya bebas itu nomor yang cukup kuat. Jika saya seperti Thorpe, kembali lagi ke kolam setelah beberapa lama tidak turun ke kolam, saya akan membuat pencapaian bagus pada nomor 100 meter gaya bebas,” ujarnya.

Menurut Magnussen, yang meraih ketenaran usai menjadi juara dunia, ia tetap yakin Thorpe masih merupakan perenang top. ”Saya yakin kembalinya Thorpe akan merebut perhatian kepada olahraga. Itu akan terlihat minggu ini. Saya amat menghargai apa yang sudah ia lakukan dan ia capai. Apabila ia bisa lolos, itu akan menjadi prestasi besar,” ujarnya.

Selain Thorpe, Stephanie Rice juga akan berkompetisi dalam seleksi tim. Rice merupakan peraih emas nomor 200 meter dan 400 meter gaya ganti dalam Olimpiade Beijing 2008.(REUTERS/HLN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau