22 Anak Tewas dalam Kecelakaan Bus di Swiss

Kompas.com - 14/03/2012, 14:43 WIB

VALAIS, KOMPAS.com - Dua puluh dua bocah tewas ketika bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di Valais, Swiss, Rabu (14/3/2012). Mereka dalam perjalanan pulang ke Belgia setelah bermain ski di Pegunungan Alpen, Swiss.

Bus yang mengangkut 52 orang itu menabrak dinding sebuah terowongan. Selain ke-22 anak itu, enam orang dewasa, termasuk dua pengemudi bus, juga tewas. Sementara itu 24 anak lainnya dilaporkan mengalami luka. Helikopter dan ambulans dikerahkan untuk mengangkut para korban ke empat rumah sakit.

Kementerian luar negeri Belgia di Brussels mengatakan, sebagian besar anak itu berusia sekitar 12 tahun dan bus itu merupakan salah satu dari empat bus yang digunakan rombongan sebuah kelompok Kristen dari desa-desa di Lommel dan Heverlee, Belgia.

Menurut pejabat Swiss Olivier Elsig, bus itu baru dan dilengkapi sabuk pengaman. Batas kecepatan di terowongan itu, kata Elsig, adalah 100 kilometer per jam.

Sekitar 300 petugas penyelamat ditugaskan di lokasi kecelakaan, BBC melaporkan. Kondisi terowongan dua jalur itu sedang tidak terlalu ramai ketika kecelakaan terjadi dan cuaca pun bersahabat.

Menteri Luar Negeri Belgia Didier Reynders mengatakan, "Kecelakaan ini sangat sulit dibayangkan. Ada tiga bus dan hanya satu yang mengalami kecelakaan, tanpa melibatkan kendaraan lain."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau