Kebakaran

Korsleting Penyebab Kebakaran di Senayan City

Kompas.com - 14/03/2012, 22:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hubungan pendek arus listrik atau korsleting diduga menjadi penyebab kebakaran griya busana Salvatore Ferragamo di lantai bawah (GF) pusat perbelanjaan Senayan City, Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2012) pukul 20.30 WIB.

Demikian diutarakan petugas keamanan Senayan City, Sugiyono, kepada petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Pusat.

Menurut Sugiyono, api diduga muncul dari korsleting lampu-lampu di papan reklame Salvatore Ferragamo di bagian depan griya busana tersebut yang terlihat dari Jalan Asia Afrika.

Diduga, korsleting terjadi akibat papan reklame terlampau panas dan menimbulkan percikan api. Selanjutnya, percikan api itulah yang menyambar bahan mudah terbakar, yakni aluminium foil, plastik, dan papan penyangga lampu-lampu papan reklame.

Selain percikan api, korsleting juga menimbulkan semacam letusan yang diduga ialah pecahnya lampu-lampu papan reklame tersebut.

Di bagian depan Salvatore Ferragamo terdapat tiga foto reklame. Di sebelah kiri atau di samping pintu masuk gedung stasiun penyiaran SCTV terdapat reklame bergambar pria berkemeja biru muda. Reklame di bagian tengah yang terbakar dan menjadi asal mula percikan api bergambar perempuan bergaun seksi. Sementara reklame yang kanan atau persis di samping griya busana Burberry juga bergambar perempuan sedang berdiri.

Kebakaran membuat lapisan metal di atas reklame tengah itu menjadi kecoklatan. Kebakaran itu memang dapat diatasi dalam 30-45 menit kemudian dengan alat pemadam api ringan oleh karyawan Salvatore Ferragamo yang dibantu petugas keamanan dan pelayanan gedung Senayan City.

Namun, kebakaran menimbulkan asap yang tercium dan tampak di seantero dalam gedung Senayan City. Kebakaran juga sempat membuat pengunjung panik dan berhamburan keluar.

"Saya nonton saja. Bukan kejadian besar kok. Saya malah mau lanjut belanja," kata Kristin Setiawan, pengunjung Senayan City.

Petugas Sudin PKPB Jakpus dan Polri pun tidak melakukan kegiatan apa pun selain mencatat informasi kejadian itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau