Tangkal Penimbunan BBM, Polres Pasuruan Razia di SPBU

Kompas.com - 14/03/2012, 23:04 WIB

PASURUAN, KOMPAS.com -Mengantisipasi adanya praktek penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM), jajaran Kepolisian Polres Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (14/03/2012), melakukan razia di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Polisi juga menghimbau petugas SPBU agar tidak melayani pembeli yang menggunakan jerigen tanpa dilengkapi surat keterangan yang disahkan.

Sebanyak 10 personel melakukan pengawasan seluruh terhadap isi tangki di enam SPBU yang tersebar di sepanjang jalan raya Malang-Surabaya. Satu persatu tangki jenis BMM dicek dan dicatat sisa volume yang belum dan sudah terjual.

"Pemantauan seperti ini sudah dilakukan setiap harinya guna meminimalisir adanya praktek penimbunan BBM jelang kenaikan pada April mendatang," jelas Komisaris Polisi Slamet Riyadi, Kapolsek Gempol, Pasuruan.

Selain melakukan pemantaun terhadap pemilik atau pengelola SPBU, mereka juga melarang petugas SPBU memberikan pelayanan bagi calon pembeli yang menggunakan jerigen tanpa dilengkapi surat keterangan dari pihak kecamatan atau kepala desa. Sebab, praktik penimbunan BBM marak kerap dilakukan oknum penjual eceran dengan modus penyalahgunaan surat keterangan yang sudah ada.

"Kalau masih ada petugas SPBU yang nekat melayani dan menjual BBM dengan jerigen yang tak dilengkapi surat resmi, langsung kita tindak," katanya.

Untuk memberikan rasa aman bagi pengelola maupun pembeli BBM selama rencana kenaikan harga BBM, jajaran Polres Pasuruan melakukan pengawasan secara terbuka dan tertutup. Di mana masing-masing SPBU ditempatkan empat personel polisi. "Yang berseragam dua, sedangkan dua sisanya pakaian sipil," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau