JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh menyampaikan alasan kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak kepada seluruh rektor perguruan tinggi se-Indonesia, Kamis (15/3/2012), di Gedung Kemdikbud, Jakarta. Hatta mengungkapkan alasan serta faktor yang mengharuskan pemerintah menaikkan harga BBM, serta kebijakan tentang Rancangan APBN Perubahan 2012.
Menyosialisasikan kepada para rektor, kata Hatta, dirasa perlu dilakukan mengingat tugas dan fungsi perguruan tinggi untuk turut memberikan pemahaman mengenai kebijakan menaikkan harga BBM. Selain itu, dari kegiatan ini diharapkan akan melahirkan solusi dari dampak yang timbul pasca-naiknya harga BBM.
"Kita melakukan kebijakan. Semua harus melakukan pengedalian dengan pembatasan," kata Hatta kepada para rektor.
Sementara itu, Mendikbud Mohammad Nuh mengungkapkan, para rektor memiliki tanggung jawab khusus dalam dinamika kebangsaan, termasuk di dalamnya dinamika ekonomi. Ia berharap perguruan tinggi dapat meredam dan menyelesaikan persoalan yang terjadi di Indonesia.
"Kita semua ini memiliki peran yang khusus dalam dinamika ekonomi, politik, dan kebangsaan. Kita semua memiliki peran karena dari perguruan tinggi kita dapat menyelesaikan masalah bangsa," ujarnya.
Seperti diketahui, per 1 April 2012 pemerintah akan menaikan harga BBM. Menyikapi kebijakan tersebut, mulai terjadi gejolak di masyarakat. Salah satunya adalah aksi penolakan yang dilakukan oleh para mahasiswa dari sejumalah perguruan tinggi. Belum ada penjelasan apakah kegiatan sosialisasi kepada para rektor ini diarahkan untuk meredam tingginya eskalasi penolakan terhadap kenaikan harga BBM yang dilakukan oleh mahasiswa di seluruh Indonesia.