JAKARTA, KOMPAS.com - Pascakeputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menolak permohonan praperadilan John Kei, sejumlah organisasi massa akan melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap penangkapan pimpinan Angkatan Muda Kei itu yang dinilai menyalahi prosedur.
Diperkirakan akan ada 300 orang pendukung John Kei hari ini, Kamis (15/3/2012) yang mendatangi Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Adik kandung John Kei, Tito Refra, mengungkapkan pihaknya sudah mengetahui adanya aksi itu. Namun, penyelenggara aksi bukanlah dari pihak keluarga melainkan para simpatisan John Kei asal Papua.
"Yang akan berdemo itu dari LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Papua. Mereka simpatisan bung John karena merasa bung John diperlakukan tidak adil dalam proses penangkapannya yang tidak sesuai prosedur," ungkap Tito, Rabu (14/3/2012) malam, saat dihubungi wartawan.
Aksi diperkirakan akan dilakukan pada pukul 10.00 WIB di dua tempat yakni Polda Metro Jaya dan Mabes Polri. Tito mengatakan pihak keluarga tidak turut serta dalam aksi itu. Namun, ia mendukung suara para simpatisan John Kei.
"Dari awal penangkapan John Kei sudah banyak yang gerak di daerah-daerah. Beliau ini ikon, kalau beliau ditangkap seperti itu wajar saja banyak yang tergerak," tutur Tito.
Terkait aksi unjuk rasa ini, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan pihaknya memang sudah menerima ada aksi unjuk rasa yang akan dilakukan sebuah LSM Papua. Kepolisian, kata Rikwanto, akan mengerahkan sekitar 250 personil Sabhara Polda Metro Jaya untuk mengamankan unjuk rasa yang diperkirakan dihadiri 300 demonstran tersebut.
"Sudah ada pemberitahuan satu LSM dari Papua yang akan berunjuk rasa di Baharkam Polri," tutur Rikwanto. Namun, Rikwanto mengatakan pemberitahuan itu tidak disertai dengan isi demo yang akan dilakukan. "Kami harapkan mereka menghormati proses hukum karena sudah ada keputusan praperadilan soal penangkapan John Kei ini," tandas Rikwanto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang