BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com- Ribuan petani dari tiga kabupaten/kota di Lampung berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung, Kamis (15/3/2012).
Kedatangan mereka ke kompleks perkantoran DPRD dan Pemprov Lampung sempat mengakibatkan kemacetan di sejumlah jalan protokol, antara lain Jalan Raden Intan dan Walter Mongonsidi.
Pengunjuk rasa yang berasal dari Lampung Selatan, Pesawaran, dan Lampung Utara ini datang menggunakan truk dan sepeda motor. Jumlah orang yang tergabung dalam Dewan Rakyat Lampung ini mencapai 2.700 orang.
Sempat terjadi ketegangan antara pengunjuk rasa dan aparat yang berjaga di kompleks DPRD Lampung. Massa memaksa masuk lewat gerbang samping, sementara polisi justru mengarahkan mereka ke gerbang depan di dekat lapangan. Sehingga, unjuk rasa diharapkan bisa lebih tertib.
Rencana mereka untuk mampir berunjuk rasa di depan Tugu Adipura juga batal karena polisi tidak memberikan izin karena dikhawatirkan kerumunan ribuan massa bisa mengakibatkan kemacetan total di pusat kota Bandar Lampung.
Menurut mereka, harga jagung kini anjlok menjadi Rp 1.200-Rp 1.300 per kg dari sebelumnya rata-rata Rp 2.500 per kg. "Hargane ambles, biaya membengkak," keluh Jafar Udin, petani dari Tanjung Sari, Lampung Selatan mengungkapkan ironi pendapatan petani jagung saat ini.
Menurut Sekretaris Jendral Dewan Rakyat Lampung Wahrul Fauzi Silalahi, anjloknya harga jagung di tingkat petani dipicu pula oleh kebijakan impor jagung dari pemerintah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang