Kompensasi kenaikan bbm

Demokrat Bantah Manfaatkan BLT

Kompas.com - 15/03/2012, 14:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Demokrat membantah bahwa kompensasi berupa uang tunai bagi masyarakat yang terkena dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi digunakan sebagai alat untuk menarik dukungan publik.

"Enggak ada. Demokrat tak pernah memanfaatkan BLT," kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa, di Kompleks Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis ( 15/3/2012 ).

Saan mengatakan, rakyat miskin memerlukan bantuan langsung yang dapat meringankan beban ketika harga BBM naik. Bantuan itu di antaranya berupa bantuan langsung tunai, beras miskin, dan lainnya.

Dengan demikian, kata Saan, Fraksi Demokrat di DPR akan mendukung program BLT yang kini bernama Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) nantinya.

"Demokrat tetap inginkan dilakukan karena salah satu alternatif meringankan beban rakyat," kata Saan.

Pemerintah akan menganggarkan total Rp 25,6 triliun untuk 18,5 juta rumah tangga sasaran (RTS) dalam program BLSM. Setiap RTS akan menerima Rp 150.000 per bulan selama sembilan bulan. Dana itu akan dikucurkan setiap tiga bulan.

Wakil Ketua DPR Pramono Anung menyakini, pembahasan program BLSM akan alot di DPR jika melihat pengalaman BLT tahun 2008 yang menguntungkan partai penguasa. Dia juga menyakini fraksi partai koalisi akan berpikir panjang menyetujui program itu.

"Ini akan menjadi persoalan kalau ada dana Rp 25 triliun dalam bentuk BLT dan ada kelompok tertentu yang diuntungkan," kata politisi PDI Perjuangan itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau