Pilkada dki

Partai Politik Dianggap Miskin Figur Pemimpin

Kompas.com - 15/03/2012, 14:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga saat ini, partai politik di Jakarta masih belum pasti menentukan siapa calon yang akan diusung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2012 ini. Perhitungan politik agar tidak salah langkah selalu menjadi dalih dari partai politik yang akan meramaikan Pilkada 2012 ini.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago, mengatakan, masalah tarik ulur di dalam partai politik dalam penentuan calon ini dikarenakan masalah yang mendasar. Ada penyimpangan fungsi partai sehingga tidak muncul calon-calon internal partai yang kuat.

"Malfungsi partai di sini. Harusnya mereka menjalankan untuk membentuk calon pemimpin dan mempromosikannya. Tapi ini tidak terjadi," kata Andrinof saat dihubungi Kompas.com, Kamis (15/3/2012).

Menurut dia, partai politik di Jakarta saat ini cenderung mengambil langkah pragmatis. Mengingat partai politik saat ini lebih berpikir untuk meraih keuntungan dan mendapat kekuasaan. Sehingga partai politik ini memilih untuk ikut saja dengan tokoh yang secara popularitas dan elektabilitas ada di atas.

"Parpol-parpol ini tidak punya orang. Jadi ikut saja siapa tokoh yang terpopuler. Kalau menang, mereka juga diuntungkan," ujar Andrinof.

Padahal semestinya, partai politik mempersiapkan calon-calon pemimpin daerah ini sejak jauh hari. Sehingga saat memasuki masa pemilihan, tidak perlu ada yang dikhawatirkan lagi dan pemilihan umum semacam ini tidak hanya berbicara mengenai kekuasaan lagi tapi berbicara tentang perbaikan pembangunan lima tahun yang akan datang.

"Sekarang kan tidak seperti itu. Tidak pernah disiapkan calonnya. Saat diminta mereka kebingungan dan akhirnya ikut saja siapa yang berpeluang menang," kata Andrianof.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau