JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga saat ini, partai politik di Jakarta masih belum pasti menentukan siapa calon yang akan diusung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2012 ini. Perhitungan politik agar tidak salah langkah selalu menjadi dalih dari partai politik yang akan meramaikan Pilkada 2012 ini.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago, mengatakan, masalah tarik ulur di dalam partai politik dalam penentuan calon ini dikarenakan masalah yang mendasar. Ada penyimpangan fungsi partai sehingga tidak muncul calon-calon internal partai yang kuat.
"Malfungsi partai di sini. Harusnya mereka menjalankan untuk membentuk calon pemimpin dan mempromosikannya. Tapi ini tidak terjadi," kata Andrinof saat dihubungi Kompas.com, Kamis (15/3/2012).
Menurut dia, partai politik di Jakarta saat ini cenderung mengambil langkah pragmatis. Mengingat partai politik saat ini lebih berpikir untuk meraih keuntungan dan mendapat kekuasaan. Sehingga partai politik ini memilih untuk ikut saja dengan tokoh yang secara popularitas dan elektabilitas ada di atas.
"Parpol-parpol ini tidak punya orang. Jadi ikut saja siapa tokoh yang terpopuler. Kalau menang, mereka juga diuntungkan," ujar Andrinof.
Padahal semestinya, partai politik mempersiapkan calon-calon pemimpin daerah ini sejak jauh hari. Sehingga saat memasuki masa pemilihan, tidak perlu ada yang dikhawatirkan lagi dan pemilihan umum semacam ini tidak hanya berbicara mengenai kekuasaan lagi tapi berbicara tentang perbaikan pembangunan lima tahun yang akan datang.
"Sekarang kan tidak seperti itu. Tidak pernah disiapkan calonnya. Saat diminta mereka kebingungan dan akhirnya ikut saja siapa yang berpeluang menang," kata Andrianof.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang