Harga BBM Tidak Naik, Defisit APBN Melonjak

Kompas.com - 15/03/2012, 14:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Bambang Brodjonegoro, mengatakan, jika pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maka anggaran negara bisa defisit hingga lebih dari tiga persen.

"Jika dibiarkan begitu saja kenaikan harganya dan terjadi selisih harga yang makin besar antara harga keekonomian dengan tarif yang ditentukan pemerintah maka subsidi makin besar dan berpotensi melewati defisit tiga persen. Tiga persen adalah batas yang ditentukan dalam UU Keuangan Negara," ujar Bambang, di DPR, Jakarta, Kamis (15/3/2012).

Bambang mengatakan, asumsi defisit anggaran adalah sebesar 1,5 persen pada APBN 2012. Jika defisit anggaran naik menjadi lebih dari tiga persen maka artinya ada potensi kenaikan subsidi baik BBM dan listrik di atas Rp 100 triliun.

Kenaikan subsidi ini, terang dia, karena harga minyak mentah internasional yang melonjak. Pemicunya adalah ketegangan antara negara-negara Barat dengan Iran terkait proyek nuklirnya. "Itu membuat spekulasi menjadi macam-macam dan harga di pasar internasional menjadi naik. Dan harga di pasar internasional kan menjadi benchmark penjualan minyak ke Indonesia dan negara lain," papar Bambang.

Oleh sebab itu, mau tidak mau pemerintah harus menyesuaikan harga BBM bersubsidi untuk mengantisipasi lonjakan beban subsidi BBM. "Potensi kenaikan subsidinya dan itu bisa melampaui defisit tiga persen. Dan ini yang mau kita drive di kebijakan BBM subsidi," tambah Bambang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau