BARCELONA, KOMPAS.com - Nama Barcelona mendunia dalam beberapa tahun terakhir ini dengan 13 gelar yang berhasil diraih. Namun, jendral lapangan tengah "Blaugrana", Xavi Hernandez, merasa bahwa prestasi tersebut kurang dihargai di Spanyol karena kebanyakan orang Spanyol adalah pendukung rival abadi mereka, Real Madrid.
"Kemenangan Barca lebih dihargai di luar Spanyol daripada di Spanyol, tetapi itu karena perang Barca-Madrid yang kami alami di sini," ujar Xavi dalam konfrensi persnya bersama wartawan seperti yang diberitakan oleh Goal.com.
Setelah itu, Xavi juga membahas kontrak Joseph Guardiola yang akan habis musim ini. Dia yakin bahwa Pep tak akan angkat kaki dari Camp Nou. Bahkan Xavi mengaku bahwa rekan-rekannya di Barca tak ingin kehilangan salah satu legenda Barca tersebut.
"Kami tak siap untuk kehilangan Guardiola. Kami berharap dia akan terus disini," ungkap gelandang timnas Spanyol tersebut.
"Guardiola adalah pemimpin dari ruang ganti, dia telah membawa disiplin, dia telah membalikkan kemenangan ke sini. Saya pikir, dia akan terus melanjutkan (kontrak) di sini," tutup Xavi.
Pep adalah salah satu legenda hidup Barcelona di era 90-an. Sebelum mengijakkan kakinya di Italia, dia telah mengabdi sebagai pemain Barcelona selama 11 tahun. Pasca pensiun dari sepak bola di tahun 2006, Pep kembali ke tanah Catalan untuk melatih Barcelona B di musim 2007-08. Hingga kini, pria berusia 41 tahun tersebut menjadi pelatih kepala Barcelona.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang