Prabowo Ingin Jokowi Jadi Cagub DKI

Kompas.com - 15/03/2012, 21:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Gerindra kemungkinan besar mencalonkan Wali Kota Solo Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Adapun pendamping Jokowi bisa dari internal Partai Gerindra atau eksternal.

"Pak Prabowo (Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra) hampir pasti ingin menetapkan Jokowi menjadi cagub DKI," kata Ahmad Muzani, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra di Jakarta, Kamis (15/3/2012).

Muzani mengatakan, komunikasi pihaknya dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan belakangan ini intensif membicarakan pengusungan itu. Pasalnya, Jokowi adalah kader PDI-P dan Gerindra membutuhkan koalisi lantaran kursi di DPRD tak cukup untuk mengusung cagub dan cawagub sendiri.

Muzani menjelaskan, pihaknya memandang positif Jokowi jika melihat kinerjanya selama menjabat Wali Kota Solo. "Dia termasuk yang kreatif sehingga kotanya hidup. Solo bisa menjadi kunjungan wisata dan dia bisa mengatur transportasi di Solo. Hal seperti ini perlu dibawa ke Jakarta," katanya.

Muzani menambahkan, pihaknya akan mengambil sikap akhir dalam satu atau dua hari kedepan. "Senin, kan, kita harus mendaftarkan," pungkas dia.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI-P Tjahjo Kumolo mengatakan, pihaknya memiliki dua opsi yang tengah dibahas. Pertama, PDI-P mengusung Fauzi Bowo alias Foke sebagai cagub. Ada pun cawagub dari kader PDI-P. Atau cagub dari PDI-P dan cawagub dari partai lain.

"Kalau Foke enggak mau, yah kita punya opsi lain. Soal wakil, yah kita bisa lihat dengan Gerindra atau yang lain," ucap Tjahjo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau