MELBOURNE, KOMPAS.com - Harga minyak mentah kembali naik dari posisi harga terendah dalam lebih dari satu minggu di New York. Ini dipicu oleh prediksi investor bahwa permintaan bahan bakar akan naik karena adanya pemulihan ekonomi di Amerika Serikat sebagai negara pengonsumsi minyak mentah terbesar di dunia.
Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengantaran April naik 47 sen menjadi 105,58 dollar AS per barrel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, Jumat (16/3/2012) waktu Sydney. Harga minyak ini sempat berada pada level 105,44 dollar AS pada pukul 9:43 AM waktu Sydney. Pada penutupan perdagangan di New York, Kamis (15/3/2012) waktu setempat, minyak ditutup turun 32 sen menjadi 105,11 dollar AS.
Sementara itu, minyak Brent untuk penetapan April juga turun 1,42 dollar AS, atau 1,1 persen, menjadi 123,55 dollar AS per barrel di ICE Futures Europe exchange, London, Kamis kemarin. Sedangkan minyak mentah berjangka naik 0,5 persen setelah turun selama dua hari lalu.
Penyebab naiknya harga minyak yakni pengajuan klaim untuk tunjangan pengangguran turun minggu lalu ke posisi terendah empat tahun. Keterangan ini berasal dari Departemen Tenaga Kerja AS.
Bagusnya kondisi ekonomi AS juga ditunjukkan oleh ekspansi manufaktur di New York dengan laju tercepat sejak Juni 2010 pada Maret ini. Industri-industri di Philadelphia pun berhasil mencatat keuntungan dalam produksinya. Sementara itu, alasan di balik turunnya harga minyak sebelumnya karena adanya diskusi AS dengan Inggris mengenai pelepasan cadangan minyak strategis. Tetapi tidak ada keputusan yang dihasilkan.
Perdana Menteri Inggris David Cameron, Kamis kemarin, mengatakan, sekalipun pelepasan minyak dari cadangan strategis harus dipertimbangkan, tidak ada kesepakatan dengan Presiden AS Barack Obama untuk menggunakan cadangan demi menurunkan harga minyak mentah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang