Hutan kota

Kandang Rusa di Kampus UI Perlu Diperluas

Kompas.com - 16/03/2012, 12:41 WIB

DEPOK, KOMPAS.com- Kandang rusa di Kampus Universitas Indonesia perlu diperluas hingga 15 hektar. Kandang yang saat ini ada seluas 1 hektar dan dihuni sekitar 10 pasang rusa. Kondisi ini sudah tidak sehat untuk perkembangan rusak.

"Sepasang rusa, perlu lahan seluas satu hektar. Sekarang di kandang sudah ada sekitar sepuluh pasang. Karena terlalu sempit, rusa di kandang itu harus mendapatkan asupan makanan tambahan yang cukup. Sebab di habitat hidup dia saat ini, sumber makanan yang dibutuhkan belum mencukupi," tutur Tarsoen Waryono, Koordinator Pembinaan Lingkungan Kampus Universitas Indonesia, Jumat (16/3/2012).

Idealnya, rusa yang hidup di area hutan UI tidak dikurung dalam kandang, melainkan dibiarkan lepas bebas. Namun hal ini menjadi dilema sebab akan memunculkan persoalan baru. Persoalan yang dimaksud rusa-rusa itu bisa lepas bebas ke jalan, bahkan bisa ke jalur kereta api di sisi timur kampus.

Hutan UI berada di lahan seluas 90 hektar, di hutan tersebut tumbuh 130 jenis pohon dari 800 jenis yang rencananya dikembangkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau