Pilkada dki

Berantas Premanisme, Hendardji Pilih Pendekatan Kemanusiaan

Kompas.com - 16/03/2012, 14:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Premanisme merupakan salah satu permasalahan Ibu Kota Jakarta yang harus mendapat perhatian dari pemerintah kota. Fungsi-fungsi kelembagaan yang seharusnya bertanggung jawab, tidak berjalan normal. Akhirnya dikuasai oleh tangan-tangan di luar pemangku kewenangan formal, seperti pada lahan parkir serta tempat pemakaman umum.

Menanggapi permasalahan tersebut, bakal calon gubernur DKI jalur independen, Hendardji Soepandji, memiliki formula khusus untuk mengurai benang kusut premanisme yang telah masuk ke sendi-sendi kota Jakarta tersebut.

"Premanisme itu harus diselesaikan oleh pendekatan kemanusiaan, lewat langkah-langkah persuasif, preventif, dan represif," ujarnya kepada Kompas.com usai mendaftarkan dirinya di kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Jalan Budi Kemuliaan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (16/3/2012).

Meski demikian, pria yang terakhir menjabat sebagai Komandan Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia tersebut mengungkapkan tidak melakukan pendekatan represif, apalagi dia berlatar belakang militer.

"Represif itu kan hanya dilakukan apabila ada pelanggaran hukum, sepanjang belum ada pelanggaran, kami melakukan pendekatan kemanusiaan, karena mereka juga manusia yang perlu hidup," katanya.

Pasangan tersebut telah mendaftarkan dirinya ke KPUD. Meski lolos pendaftaran, Hendardji-Riza harus tetap melengkapi tiga poin berkas syarat-syarat administrasi, yaitu surat keterangan tidak pailit dari pengadilan niaga, struktur tim sukses hingga tingkat kecamatan dan nomor rekening kampanye. Selain itu, pasangan tersebut juga harus memenuhi syarat dukungan KTP sebanyak 14.839.

Meski demikian, Hendardji yakin pihaknya akan lolos menjadi calon gubernur DKI, bersaing dengan nama-nama besar lainnya. "Kami akan kasih dua kali lipatnya," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau