La Nyalla Ingin Persatukan AP-NDB

Kompas.com - 16/03/2012, 17:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - La Nyalla Mattaliti menyatakan siap menyatukan kubu Arifin Panigoro dan Nirwan Dermawan Bakrie bila terpilih sebagai ketua umum PSSI dalam Kongres Luar Biasa (KLB) versi Komite Penyelamat Sepak Bola (KPSI) di Hotel Mercure, Jakarta, Minggu (18/3/2012). Hal itu dilakukan La Nyalla demi menciptakan sepak bola yang lebih baik.

"Saya tidak mau mengelompokkan kedua-duanya. Justru, saya ingin menyatukan kedua kelompok tersebut. Saya tidak ingin ada lagi perpecahan dunia sepak bola," kata La Nyalla saat mendeklarikan dirinya sebagai calon ketua umum PSSI di sebuah hotel di wilayah Senayan, Jumat (16/3/2012).

La Nyalla menunjuk Rahim Soekasah sebagai calon wakil ketua umum. Namun, dia tidak memungkiri akan mengakomodir wakil ketua umum dari kubu Arifin Panigoro.

"Saya juga akan memasukkan wakil dari kelompok Arifin Panigoro. Saya akan mengusulkan kepada voters untuk memasukkan orang-orang Arifin menjadi wakil ketua umum. Saya tidak mau ada perpecahan. Semua harus bersatu agar sepak bola kita berprestasi," beber La Nyalla.

Soal pemilihan Rahim sebagai calon wakil ketua umum, bisa saja akan menimbulkan polemik baru bagi La Nyalla. Bukan tidak mungkin La Nyalla akan dituding sebagai boneka Nirwan bila terpilih nanti.

"Saya katakan bahwa saya sebagai pemimpin yang tidak bisa diatur orang. Yang bisa atur saya adalah voters dan klub melalui programnya masing-masing," ujar La Nyalla.

"Jadi kalau Pak Nirwan punya ide, itupun akan saya terima dan akan saya sampaikan kepada klub seluruh Indonesia untuk dibahas bersama-sama sepanjang idenya bagus. Itu juga berlaku bagi kelompoknya Arifin Panigoro," sambungnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau