Rihanna: Saya Berbusana Berani Bukan untuk Sensasi

Kompas.com - 16/03/2012, 17:25 WIB

LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Rihanna menekankan, ia berbusana berani bukan untuk menarik perhatian. Kalau ia menyukai pakaian yang seronok, itu terjadi begitu saja.

Penyanyi lagu "We Found Love" ini menjadi bahan berita utama--beberapa waktu lalu, masih dalam minggu ini--ketika ia mengenakan blus tembus pandang warna hitam dan tanpa BH. Namun, perempuan berusia 24 tahun ini menegaskan, ia berbusana bukan untuk membuat sensasi. Ia hanya mengenakan apa yang dirasanya nyaman.

"Berpakaian itu selalu begitu spontan, selalu bergantung pada mood, plus acara Anda, plus sentuhan berani yang saya suka hadirkan pada busana saya setiap waktu," kata Rihanna. "Saya melakukan sesuatu tidak untuk mendapat tanggapan atau kontroversi. Saya hanya menjalani hidup saya," katanya lagi.  

"Busana yang saya suka dan pakaian yang kadang saya minati adalah yang tembus pandang, kadang berani, kadang sangat berani," lanjutnya. "Saya tak masalah membeli blus menerawang, karena jika saya membelinya, saya tidak berkeberatan pandangan Anda menembusnya. Seseorang mungkin mengenakan blus itu dengan BH, seseorang mungkin mengenakannya dengan tank top, seseorang mungkin mengenakannya dengan selotip dada, seseorang mungkin mengenakannya tanpa apa pun, dan saya masuk kategori (terakhir) itu," ucapnya.

Rihanna juga mengaku sering tak mengenakan BH, tapi atas nama fashion. "Saya kedapatan sering tidak mengenakannya... tapi itu tak pernah menjadi niat saya. Jika saya tidak mengenakannya, itu berarti saya tak ingin mengenakannya," ujarnya kepada Access Hollywood. "Ini biasanya bukan untuk menarik perhatian, ini hanya karena BH akan mengacaukan busana itu sepenuhnya," ujarnya lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau