BERLIN, KOMPAS.com - Pengadilan Tinggi Federal Jerman, Jumat (16/3/2012) membahas gugatan dari seorang pria Yahudi yang tinggal di Florida, Amerika Serikat. Gugatannya adalah agar Museum Berlin mengembalikan ribuan poster proganda dan iklan langka, yang dirampas Nazi Jerman dari ayahnya selama Perang Dunia II.
Pengadilan Jerman yang lebih rendah sudah memutuskan bahwa pria ini berhak atas semua benda seni itu.
Peter Sachs, sebagaimana dikutip kantor berita AP, adalah putra kolektor Hans Sachs, pemilik dari sejumlah besar koleksi propaganda politik dan iklan yang berasal dari akhir abad ke-18. Nilai koleksi produk seni ini diyakini saat ini bernilai antara 4,5 juta sampai 16 juta poundsterling atau sekitar Rp 54 miliar sampai Rp 189 miliar.
Hakim Pengadilan Federal di Karlsruhe harus memutuskan, apakah keputusan pengadilan yang lebih rendah agar sebuah barang seni terseut dikembalikan kepada Sachs, yang dinyatakan sebagai pemilik sah barang seni yang mahal itu.
Museum Sejarah Jerman di Berlin bakal kehilangan sebuah barang seni unik dan menarik, yang menggambarkan perjalanan sejarah Jerman lebih dari 70 tahun.
Penyelidikan atas gugatan ini semakin jelas bulan lalu, setelah diketahui bahwa poster propaganda dan iklan itu diambil oleh seorang anggota Gestapo, Nazi, dan dibawa ke Jerman Timur usai berakhirnya Perang Dunia II.
Pengusaha Jerman Timur akhirnya menyerahkan produk seni ini kepada Museum Berlin menyusl reunifikasi Jerman pada Oktober 1990. Gugatan hukum atas produk seni ini ini sudah berlangsung lima tahun ini.
Sachs (74) menggugat dan menghendaki kembalinya sekitar 4,259 poster, yang sejauh ini sudah diidentifikasi sebagai miliknya ayahnya. Poster ini merupakan bagian dari 12.500 koleksi yang dimiliki ayahnya termasuk iklan untuk eksibisi, kabaret, film, dan produk konsumen, sampai dengan psoter propaganda. Semua benda ini termasuk langka, karena berasal dari akhir abad ke-18.
Poster-poster ini disita dari rumah Hans Sachs tahun 1938. Penyitanya atas perintah Menteri Proganda Nazi Jerman, Joseph Goebbels, yang menghendaki semua poster tersebut untuk museum pribadinya.
Hans Sachs lahir tahun 1881 dan berpfoesi sebagai dokter gigi. Dia mulai mengkoleksi poster-poster itu sejak masih pelajar SMA. Tahun 1905, dia menjadi kolektor proster pribadi terkemuka di Jerman. Dia pernah melakukan pameran seni "Das Plakat" alias "Poster".
Seluruh poster ini disita pada musim panas. Hans Sachs ditahan pada 9 November 1938, dalam sebuah aksi anti yahudi. Dia kemudian dikirim ke kamp konsentrasi Sachsenhausen, di utara Berlin. Saat dia dibebaskan dua pekan kemudian, keluarga sudah melarikan diri ke AS. Mereka tak pernah tahu dengan nasib Hans Sachs.
Setelah perang usai, Hans Sachs mengumpulkan kembali koleksinya yang sudah dirusakkan Nazi Jerman. Namun ternyata koleksinya sudah berada di Museum Berlin Timur.
Hans sebenarnya sudah menerima ganti rugi 225.000 mark Jerman (Rp 450 juta) dari pemerintah Jerman Barat tahun 1961. Hans meninggal dunia tahun 1974, dan tak pernah melihat semua koleksi di museum itu.
Poster-poter tadi menjadi bagian dari koleksi Museum Sejarah Jerman tahun 1990, setelah Jerman bersatu dan runtuhnya Tembok Berlin.
Putra Hans, Peter Sachs mempelajari keberadaan koleksi ini tahun 2005, dan mulai berupaya mengungat semua koleksi tadi untuk dikembalikan kepada keluarganya. Upaya itu kini mendekati akhir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang