JAKARTA, KOMPAS.com - Analis energi Dirgo W Purbo mengusulkan pemerintah Indonesia meminta para pembeli minyak mentah Indonesia membayar dengan mata uang Rupiah. Menurut Dirgo, pembayaran yang diterima pemerintah Indonesia melalui mata uang Rupiah dapat memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia.
"Ketika ingin membayar, mereka akan mencari Rupiah. Ini dapat menstabilkan nilai tukar Rupiah. Selama ini, Bank Indonesia selalu melakukan intervensi dalam menstabilkan nilai tukar Rupiah," kata Dirgo pada diskusi BBM di Jakarta, Sabtu (17/3/2012).
Dirgo menambahkan, pemerintah Indonesia harus memanfaatkan kondisi ini dalam konteks moneter. Jika diberlakukan, ini merupakan hal bersejarah. Indonesia, untuk pertama kalinya, menerima pembayaran ekspor minyak mentah, dengan mata uang Rupiah. Selama ini, Indonesia menerima pembayaran dalam mata uang dollar Amerika Serikat.
Harga rata-rata minyak mentah Indonesia Februari tahun ini berdasarkan perhitungan formula Indonesia Crude Price (ICP) mencapai 122,17 dollar AS per barel. Ini berarti naik 6,26 dollar AS per barrel dari 115,91 dollar AS per barrel Januari lalu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang