Jenazah Juru Kamera Senior TVRI Diotopsi di RS Fatmawati

Kompas.com - 17/03/2012, 18:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Korban penembakan kasus pencurian kendaraan bermotor, Djuli Elfano (47), tiba di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, Sabtu (17/3/2012) pukul 17.00 WIB untuk diotopsi. Kedatangan jenazah juru kamera senior TVRI ini diwarnai suasana haru keluarga yang hadir di kamar jenazah.

Jenazah Djuli dibawa menggunakan mobil jenazah Rumah Sakit Fatmawati. Di dalam mobil itu, ada istri dan dua orang anaknya beserta petugas kepolisian.

Saat keranda jenazah dikeluarkan, istri Djuli terus menerus menangis sambil membekap air matanya menggunakan handuk. Para kerabat yang hadir di lokasi berusaha menghiburnya. Sementara, dua anak Djuli tampak diam, duduk di samping sang bunda.

Saat diangkat dari keranda, almarhum Djuli masih menggunakan celana jeans pendek warna biru muda yang dikenakannya saat bekelahi dengan perampok. Sekitar 20 anggota keluarga Djuli masih memadati kamar jenazah Rumah Sakit Fatmawati. Mereka menunggu hasil otopsi.

Diberitakan sebelumnya, Djuli Elfano, wartawan TVRI, ditembak perampok di depan rumahnya di Villa Bintaro Indah, Jombang, Tangerang, Sabtu, sekitar pukul 13.30. Ia memergoki dua orang pria akan merampas sepeda motornya yang diparkir di depan rumah.

Pelaku yang panik karena tepergok lantas melepaskan tembakan ke bagian dada kiri dan menyerempet ke ketiak bagian kanan. Djuli roboh berlumuran darah. Dua orang pelaku melarikan diri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau