Slank Bikin Kejutan untuk Pondok Pesantren

Kompas.com - 17/03/2012, 19:14 WIB

PROBOLINGGO, KOMPAS.com -- Ratusan santri Pondok Pesantren Darullughah Walkaromah, Sidomukti, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (17/3/2012) dikejutkan oleh kedatangan Slank, salah satu band ternama Tanah Air. Kunjungan Slank ke pesantren yang diasuh oleh KH Amir Mahmud itu disambut dengan kesenian hadrah.

Disambut hadrah, para personel Slank--Kaka, Bim Bim, Ivan, Abdee, dan Ridho--terlihat sumringah. Para santri juga tampak senang pesantren mereka dikunjungi oleh Slank. Jajaran pengasuh pesantren itu, antara lain KH Amir Mahmud, KH Mu'tafi, KH Wahid Umar, dan H Hasan Baharun, pun menyambut mereka.

Kunjungan Slank tersebut merupakan perjalanan religi dengan Ki Ageng Ganjur dari Jogjakarta. Di pesantren itu, Slank berbincang-bincang mengenai budaya dengan para santri. Dialog tersebut dilakukan di dua tempat--di teras mushala santri putra, lalu di teras mushala santri putri.

Sejumlah santri dan guru tak mau membuang kesempatan dialog tersebut. Seorang guru bertanya soal alasan Slank berkunjung ke Darullughah, bukan ke pesantren besar lain yang ada di Kabupaten Probolinggo. Dengan santai, Kaka menjawab, "Kami memang mencari dan mengunjungi pesantren kecil."

Usai dialog itu, Slank kemudian melakukan penanaman 10 batang pohon jati di depan halaman SMK Darul Lughoh, yang berada dalam area pesantren yang dihuni oleh 350 santri putra dan 600 santri putri itu.

Kedatangan Slank tersebut mendapat tanggapan positif dari Akhmad Erfan, seorang guru Madrasah Diniyah Kelas I Wustho di pesantrenitu. Menurutnya, selain untuk hiburan, musik juga efektif sebagai media dakwah, seperti lagu-lagu Slank yang menggugah nasionalisme. "Dari musik, kita juga bisa mengambil pelajaran. Selain itu, musik bisa menjadi ajang berdakwah. Kedatangan Slank berdampak positif," ucap Erfan, yang mengaku menggemari Slank.

Di Kraksaan, Slank tak hanya datang ke Darullughah. Kalau tidak ada halangan, Slank akan menggelar istighosah dan konser di Stadion Gelora Merdeka, Kraksaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau