Motogp

Lorenzo Beri Indikasi Pensiun di Yamaha

Kompas.com - 17/03/2012, 22:16 WIB

KOMPAS.com - Keinginan Yamaha agar Jorge Lorenzo tetap menunggang motor YZR-M1 setelah musim 2012 ini tampaknya bakal terwujud. Pasalnya, pebalap Spanyol itu merasa bahagia, dan memberikan indikasi yang kuat bakal menghabiskan kariernya bersama pabrik Jepang tersebut.

Bos Yamaha, Lin Jarvis, pernah mengatakan kepada MCN pada akhir musim 2011, bahwa kontrak baru kepada Lorenzo pada tahun ini merupakan hal yang penting. Sebab, hal itu (kontrak baru) menjadi kunci untuk keberhasilan tim di masa mendatang.

Nah, sebagai langkah awal untuk meyakinkan Lorenzo, Yamaha memberikan motor 1.000 cc yang kompetitif. Dengan demikian, juara dunia 2010 tersebut bisa bertarung untuk memperebutkan gelar juara dunia musim 2012, yang menjadi era perdana MotoGP mesin 1.000 cc.

Ternyata, sepanjang uji coba resmi musim dingin, Lorenzo senang dengan performa YZR-M1 baru. Itu diungkapkannya setelah melakoni dua tes yang berlangsung di Sepang, Malaysia.

"Saya ingin tetap bersama Yamaha selama karierku. Saya merasa senang bersama seluruh tim, dan kami seperti sebuah keluarga. Saya tidak tahu jika di pabrik lain saya akan merasakan hal itu.

"Tahun lalu terasa sulit, tetapi tiga tahun sebelumnya kami memenangkan segalanya dan di periode itu kami memiliki motor terbaik. Tetapi tahun lalu kami tak memilikinya, sehingga marilah kita lihat jika tahun ini kami memilikinya kembali.

"Jika kami mendapatkannya, maka saya tidak melihat ada motif besar untuk berubah. Prioritas utama bagiku adalah memiliki motor yang kompetitif. Jika saya melakukan hal lain, maka itu yang kedua. Saya senang meraih kemenangan, sehingga mempunyai sebuah motor pemenang merupakan hal yang sangat penting."

Bukan rahasia jika Lorenzo menjadi incaran beberapa tim. Sebelumnya, mantan juara dunia dua kali kelas 250 cc tersebut sudah menolak tawaran Ducati, tetapi dia digosipkan menjadi incaran tim HRC untuk musim 2013. Tetapi di sisi lain, para pebalap top, termasuk Casey Stoner, Dani Pedrosa, Ben Spies, dan Valentino Rossi, bersiap melakukan negosiasi kontrak baru pada tahun ini.

Pembicaraan antara wakil Lorenzo dan manajemen Yamaha sedang berlangsung, dan bos Lorenzo Wilco Zeelenberg mengatakan bahwa dirinya yakin diskusi bakal sukses. Pria asal Belanda itu mengatakan: "Saya bisa menebak mereka banyak berbicara tentang itu. Saya pikir dia sangat nyaman di Yamaha, tetapi semuanya tergantung pada hasil tahun ini.

"Terlalu dini untuk mengatakannya, tetapi kami berharap dia akan segera menandatangani kontrak baru. Dia bahagia di Yamaha. Dia juara pada tahun 2010, dan dia merupakan salah satu pebalap utama pada 2011, dan merupakan satu-satunya orang yang bisa bersaing dengan Casey. Saya sangat berharap dia akan tetap dengan Yamaha."

Di sisi lain, Yamaha juga harus tetap berhati-hati karena kemungkinan Lorenzo untuk pindah selalu terbuka, seperti yang terjadi pada Valentino Rossi. Dulu, "The Doctor" juga sering menyatakan niat untuk menyelesaikan karier bersama Yamaha, dan manajemen berharap pebalap Italia itu menjadi duta setelah pensiun.

Namun seiring perjalanan waktu, Rossi pindah ke lain "hati". Pebalap berusia 33 tahun itu memutuskan untuk keluar pada akhir musim 2010, dan bergabung dengan Ducati, setelah menandatangani kontrak berdurasi tahun.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau