Bencana alam

Angin Kencang Landa Flores, Satu Tewas

Kompas.com - 18/03/2012, 02:38 WIB

Maumere, Kompas - Angin kencang dan hujan lebat sejak Selasa (13/3) hingga Jumat (16/3) melanda Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Satu orang tewas dan 619 rumah yang tersebar di Kabupaten Flores Timur, Sikka, dan Ende rusak.

”Korban tewas adalah Amir (60), warga Desa Adonara, Kecamatan Adonara, Flores Timur, karena tertimpa dinding rumahnya yang roboh ketika angin kencang pada Jumat malam,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur Paulus Igo Geroda, Sabtu (17/3), yang dihubungi dari Kabupaten Sikka.

Selain merusak rumah warga, angin kencang juga mengakibatkan jalur di kawasan Boru, Kecamatan Wulanggitang, perbatasan Flores Timur-Sikka sepanjang 10 kilometer nyaris putus. Selain itu, banyak titik tanah longsor yang hampir menutup badan jalan.

Di Kecamatan Titehena, 20 hektar persawahan di kawasan Konga terendam air karena Sungai Waikelak meluap dan jaringan listrik terputus karena tertimpa pohon tumbang.

Kepala BPBD Kabupaten Sikka Silvanus Tibo mengatakan, bencana angin kencang telah merusak sekitar 75 rumah yang tersebar di Kecamatan Alok, Taibura, dan Mapitara. Kerusakan rumah umumnya atap terangkat atau tertimpa pohon tumbang.

Tidak potensial

Dua gempa tektonik melanda Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, di Kabupaten Sikka dan Flores Timur. Gempa tidak berlangsung bersamaan, melainkan berselang beberapa menit. Kedua gempa tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kupang, gempa pertama berkekuatan 4,7 skala Richter (SR) terjadi di Sikka, pukul 09.38 Wita. Pusat gempa 210 kilometer (km) timur laut Maumere di kedalaman 615 km.

Warga Kota Maumere, Sikka, umumnya tidak merasakan getaran sehingga kepanikan tak timbul dan mereka tetap beraktivitas. Gempa kedua berkekuatan 5,2 SR terjadi pukul 09.49 Wita di Flores Timur.

Dari Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan, lahan persawahan seluas 21 hektar di Kampung Ciawi Tali, Desa Cimenteng, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, rusak akibat tertimbun tanah longsor dan ambles.(SEM/HEI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau