Bulu tangkis

Tontowi/Liliyana Dapat Pengalaman

Kompas.com - 18/03/2012, 02:47 WIB

Jakarta, Kompas - Pemain ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, mendapat pengalaman berharga dari Chris Adcock (Inggris)/Imogen Bankier (Skotlandia) di turnamen GP Swiss Terbuka. Pertemuan dengan mereka menjadi bekal menuju Olimpiade London 2012, di Inggris, Juli-Agustus mendatang.

Pasangan Indonesia itu berhadapan dengan mereka di babak semifinal. Sampai berita ini diturunkan, pertandingan keduanya belum berlangsung. Namun, hasil akhir bukan segalanya. Hal yang lebih penting, mereka mendapat pengalaman tambahan dalam menghadapi pemain Eropa.

Tontowi/Liliyana pernah bertemu dengan pasangan gado-gado ini di babak semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2011. Ketika itu, Tontowi/Liliyana yang lebih diunggulkan secara mengejutkan takluk dua gim langsung 16-21, 19-21.

Permainan sergapan cepat di depan net serta penempatan bola yang cermat menjadi keunggulan Bankier yang berdiri di depan pasangannya. Sementara Adcock yang bertubuh jangkung menjadi tukang pukul yang sempurna dalam menyambar bola lop dari pasangan Indonesia.

”Pertemuan dengan Ad- cock/Bankier ini cukup menguntungkan buat mematangkan permainan Tontowi/Liliyana. Ini akan memperkaya variasi gaya pertahanan dan menyerang mereka. Jadi, mereka akan lebih siap di olimpiade nanti,” kata pelatih ganda campuran pelatnas Cipayung, Richard Mainaky.

Jika pasangan Indonesia ini mampu melewati Adcock/Bankier, peluang merebut gelar juara sangat terbuka karena di final akan bertemu dengan pasangan Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam, yang mereka bungkam di GP Makau tahun lalu.

Pemain yang diunggulkan di tempat ketiga ini sampai di partai final setelah pada Sabtu kemarin menang atas He Hanbin/Bao Yixin (China) 21-18, 21-14.

Wang Shixian menang

Di nomor tunggal putri, pemain nomor tiga dunia asal China, Wang Shixian, melaju ke final setelah mengalahkan andalan Thailand, Ratchanok Inthanon.

Untuk menaklukan juara dunia yunior tiga kali tersebut, Wang Shixian memerlukan waktu sekitar 42 menit. Pada gim pertama, Ratchanok tampil menawan. Dia menggebrak dengan memimpin 14-9.

Namun, dalam posisi tertekan seperti itu, justru Wang Shixian yang tampil kian garang. Dengan permainan yang lebih cermat, Wang meraih lima poin secara beruntun untuk menyamakan kedudukan 14-14. Setelah kejar-mengejar angka sampai kedudukan 16-16, Wang tidak terbendung lagi untuk tancap gas guna meraih kemenangan dengan angka 21-17.

Pada gim kedua, Ratchanok hanya sanggup meladeni permainan Wang sampai angka 10. Setelah itu, Wang sepenuhnya mengontrol permainan dan membuat keunggulan angka yang jauh sekaligus menutup kemenangan dengan 21-15.

Atas hasil ini, Wang memperbaiki rekor pertemuan dengan Ratchanok menjadi 2-1. Satu kekalahan Wang dari Ratchanok terjadi di turnamen Li Ning China Open tahun 2011.

Di ganda putri, pasangan China, Huan Xia/Tang Jinhua, merebut tempat di final setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Chin Eei Hui/Wong Pei Tty, dengan kemenangan dua gim langsung, 21-12, 21-11. (OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau