jakarta, kompas
Direktur Kompetisi LKG U-14 Dede Supriyadi, Sabtu (17/3), mengatakan, paruh musim ini berakhir setelah memasuki pertandingan ke-15. Selama jeda paruh musim, setiap SSB bersiap diri menghadapi paruh kedua dengan berlatih dan mempersiapkan pemain-pemain baru.
”Komite LKG juga menyiapkan semacam klinik kepelatihan bagi pelatih dan wasit. Perlu ada penyegaran buat semua pihak,” kata Dede.
Beberapa pelatih juga menyarankan kembali semua wasit, asisten wasit, dan hakim garis yang bertugas di LKG U-14 kembali mendapat penyegaran.
Pelatih SSB Kabomania Cecep Jumhana menilai masih ada beberapa kelemahan mendasar, termasuk kecepatan pengambilan keputusan di lapangan.
Pada paruh kedua musim, komite memberikan kebebasan bagi manajemen SSB untuk memasukkan beberapa pemain baru, sesuai batasan kuota pemain, yaitu 25. Manajemen diizinkan untuk memasukkan maksimal lima nama pemain non-SSB untuk membantu performa permainan di lapangan.
Akbar E Beddu, salah satu pelatih yang antusias dengan kebijakan itu, mengakui, timnya memerlukan pasokan pemain baru, terutama di sektor gelandang dan pertahanan. Kedua sektor itu adalah sektor yang paling penting diperbaiki segera.
”Kami menyiapkan beberapa nama. Kami berharap masuknya pemain-pemain baru mengubah permainan tim ini,” katanya.
Musim kompetisi kali ini menjadi sangat berat bagi SSB Putra Melati. Pada musim lalu, SSB Putra Melati sanggup bercokol di papan tengah klasemen. Namun, pada musim ini Putra Melati berada di peringkat ke-15 dari 16 peserta dengan nilai 5.
Tiga tim yang berada di peringkat paling bawah LKG tahun ini adalah SSB Jakarta North City, SSB Putra Melati, dan SSB Tangerang Raya.
Di peringkat teratas, Kabomania akan menghadapi tantangan Villa 2000, Rajawali Muda, Bina Taruna, Asiop Apacinti, serta Mandiri Jaya Bogor.
Dede mengatakan, selain menyelenggarakan kompetisi, komite juga bertanggung jawab untuk memperbaiki kualitas permainan para peserta.
Timnya juga senantiasa