JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PSSI versi Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), La Nyalla Mattalitti, berjanji akan mengakhiri perpecahan yang terjadi di dunia sepak bola Tanah Air.
"Saya sangat berterimakasih kepada para pendukung yang memilih saya sebagai Ketua Umum. Tentu ini beban, amanah saya memberikan yang terbaik," jelas La Nyalla.
Menurut La Nyalla, masalah terbesar yang dihadapi dalam sepak bola nasional adalah perpecahan dua kelompok yang menyebabkan merosotnya prestasi sepak bola nasional. Oleh karena itu, La Nyalla bertekad mengakhirinya. "Saya juga berharap tidak ada lagi perpecahan. Semua komponen harus kita rangkul, tidak ada perpecahan, yang ada persatuan untuk kemenangan timnas," tegasnya.
Demi mewujudkan persatuan tersebut, La Nyalla berencana melakukan penambahan kursi Wakil Ketua Umum bagi pihak pengurus PSSI yang berseberangan dengan mayoritas anggota PSSI yang akhirnya membentuk KPSI. La Nyalla menang mutlak setelah 13 calon ketua umum dari 18 calon menyatakan mundur sesaat proses pemilihan. Lima calon tersisa yakni Gusti Randa, Ilham Noor, La Nyalla Mattallitti, M.R Kambu dan Ryan Latif, yang memperebutkan kursi Ketua Umum.
La Nyalla terpilih sebagai Ketua Umum dengan mengantongi 79 suara. Sementara Gusti Randa mengoleksi dua suara. Sisanya tidak dipilih oleh satupun pemilik suara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang