Kecelakaan

PT KA: Minibus Mogok di Atas Rel

Kompas.com - 18/03/2012, 15:27 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com- Humas PT KAI Daerah Operasi II Bambang Setyo Prayitno mengungkapkan, persimpangan kereta api yang menjadi lokasi tabrakan mobil minibus berpenumpang 14 orang dengan kereta api Pasundan tercantum dalam perlintasan yang dijaga secara swadaya oleh masyarakat.

Berdasarkan kronologi yang dikeluarkan PT KAI, kecelakaan terjadi pada Kilometer 273 antara stasiun Tasikmalaya-Awipari pukul 9.32. Kereta ekonomi Pasundan nomor loko CC 20194 berangkat dari Stasiun Kiaracondong Bandung menuju Surabaya baru saja meninggalkan Stasiun Tasikmalaya.

Sementara itu, minibus bernopol Z951W mogok dan mesinya tidak bisa dinyalakan tepat di atas perlintasan kereta api. Kendaraan tersebut tidak bisa mundur karena terhalang Daihatsu Feroza yang ada di belakangnya.

"Padahal, lokasi bebas pandang dari KA maupun jalan raya. Rambu-rambu perlintasan juga terpasang lengkap seperti palang andreas, tanda stop, hingga papan imbauan dari Jasa Marga," ujar Bambang, Minggu (18/3/2012).

Dia mengingatkan pengguna jalan yang lainnya untuk tidak mencoba-coba menyerobot di dalam perlintasan kereta api karena sangat rawan kecelakaan.

Menurut data PT KAI Daop 2, ada 698 perlintasan yang ada di wilayah kerja Daop 2. Perlintasan yang tidak dijaga sebanyak 495 buah, yang dijaga PT KAI sebanyak 91 buah, dan dijaga secara swadaya oleh masyarakat sebanyak 31 buah. Sementara itu 81 perlintasan yang tidak berizin ditengarai mencapai 81 buah. Padahal, menurut UU 23/2007 mengenai Perkeretaapian, perlintasan kereta tidak berizin harus ditutup.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau