BANDUNG, KOMPAS.com — Terkait dengan kecelakaan yang terjadi pagi tadi antara KA Pasundan dan minibus Suzuki Carry berpenumpang 14 orang di Tasikmalaya, polisi kini tengah memeriksa dua orang saksi. Mereka hanya mengonfirmasi bahwa minibus tersebut mogok tepat di atas rel dan tidak berdaya sewaktu kereta api datang dengan kecepatan tinggi.
Menurut Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Martinus Sitompul, dua orang yang diperiksa adalah seorang PNS bernama Nana, yang kebetulan berada di dekat lokasi kecelakaan, serta Dadan, tenaga pengamanan SMA 3 Tasikmalaya yang berada tidak jauh dari sana. Keduanya masih dimintai keterangan di Mapolresta Tasikmalaya.
"Saat kejadian, ternyata perlintasan sedang tidak dijaga karena libur sekolah," ujar Martinus mengungkapkan sebagian hasil pemeriksaan.
Perlintasan kereta api itu termasuk perlintasan resmi yang dijaga secara swadaya oleh masyarakat. Masyarakat menggunakannya untuk mencapai SMA 3 Tasikmalaya, sehingga hanya ramai sewaktu hari sekolah.
Berdasarkan penuturan Nana, minibus bernopol Z 951W sewaktu melintasi rel tiba-tiba mogok tepat di atasnya. Padahal, dari arah barat, Kereta Api Pasundan datang dengan kecepatan tinggi dan tidak mampu mengerem sehingga tabrakan hebat pun terjadi.
Kesaksian tersebut dibenarkan oleh Dadan yang melihat badan mobil yang terseret setelah ditabrak kereta api.
Informasi terakhir, korban meninggal bertambah satu orang lagi, sehingga totalnya 11 orang meninggal dan tiga masih dirawat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang