Minibus tertabrak kereta

Polisi Periksa Dua Orang Saksi

Kompas.com - 18/03/2012, 19:32 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Terkait dengan kecelakaan yang terjadi pagi tadi antara KA Pasundan dan minibus Suzuki Carry berpenumpang 14 orang di Tasikmalaya, polisi kini tengah memeriksa dua orang saksi. Mereka hanya mengonfirmasi bahwa minibus tersebut mogok tepat di atas rel dan tidak berdaya sewaktu kereta api datang dengan kecepatan tinggi.

Menurut Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Martinus Sitompul, dua orang yang diperiksa adalah seorang PNS bernama Nana, yang kebetulan berada di dekat lokasi kecelakaan, serta Dadan, tenaga pengamanan SMA 3 Tasikmalaya yang berada tidak jauh dari sana. Keduanya masih dimintai keterangan di Mapolresta Tasikmalaya.

"Saat kejadian, ternyata perlintasan sedang tidak dijaga karena libur sekolah," ujar Martinus mengungkapkan sebagian hasil pemeriksaan.

Perlintasan kereta api itu termasuk perlintasan resmi yang dijaga secara swadaya oleh masyarakat. Masyarakat menggunakannya untuk mencapai SMA 3 Tasikmalaya, sehingga hanya ramai sewaktu hari sekolah.

Berdasarkan penuturan Nana, minibus bernopol Z 951W sewaktu melintasi rel tiba-tiba mogok tepat di atasnya. Padahal, dari arah barat, Kereta Api Pasundan datang dengan kecepatan tinggi dan tidak mampu mengerem sehingga tabrakan hebat pun terjadi.

Kesaksian tersebut dibenarkan oleh Dadan yang melihat badan mobil yang terseret setelah ditabrak kereta api.

Informasi terakhir, korban meninggal bertambah satu orang lagi, sehingga totalnya 11 orang meninggal dan tiga masih dirawat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau