Depok, Kompas
Tidak ada korban luka atau tewas dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu (17/3) malam itu. Semua orang yang berada di mobil lebih cepat keluar sebelum peristiwa naas itu terjadi.
”Kami berada di posisi yang sulit. Mobil kami tidak dapat bergerak maju karena terhalang mobil mogok, sedangkan bergerak mundur tidak mungkin karena kereta sudah dekat. Saya putuskan untuk keluar mobil. Saya minta istri ikut keluar. Kami panik, tetapi syukurlah selamat,” tutur Arif, Minggu, ditemui ketika proses evakuasi kendaraannya berlangsung.
Mobil Arif, Toyota Starlet, hancur dan terlempar sejauh 15 meter. Begitu pun dengan dua mobil lain, Mitsubishi L 300. Semua penumpang yang berada di dalam mobil L 300 juga selamat. Mereka lebih cepat keluar sebelum kereta menabraknya.
Lokasi kecelakaan dikenal warga dengan sebutan pelintasan Arrahmaniah. Pelintasan ini dijaga secara mandiri oleh warga setempat secara bergiliran. Hasan (35), penjaga pelintasan Arrahmaiah, mengatakan, kecelakaan tidak akan terjadi jika dua mobil L 300 tidak mogok. Sementara mobil Toyota Starlet terjebak ketika melintas di tempat tersebut.
”Teman-teman sempat membantu mendorong mobil itu, tetapi tidak sempat,” kata Hasan.
Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Depok Ajun Komisaris Supriyono mengatakan, peristiwa itu sedang dalam penyelidikan polisi.
Penyelidikan awal dilakukan dengan meminta keterangan sejumlah saksi dan pemilik mobil. ”Penyelidikan kasus ini di tangan tim Polsek Pancoran Mas,” kata Supriyono.
Kecelakaan di pelintasan kereta, terutama di ruas antara Stasiun Citayam dan Stasiun Depok, ini bukan yang pertama terjadi. Pada 4 November lalu, kereta rel listrik (KRL) menghantam Toyota Kijang di pelintasan Rawa Indah, sekitar 200 meter dari pelintasan Arrahmaniah. Akibat peristiwa itu, mobil terbelah dua, sementara sopir dan keneknya terluka.
Di ruas rel antara Stasiun Citayam dan Stasiun Depok sepanjang 3-4 kilometer paling tidak terdapat enam pelintasan liar. Pelintasan itu menghubungkan Jalan Raya Citayam dengan permukiman di sisi barat rel. Pelintasan itu antara lain di Jalan H Satiri, Jalan Rawa Geni, SMP Ratu Jaya, Gang Kembang, Gang Mesjid Barat, dan Gang Citeng.