Presiden Serahkan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi

Kompas.com - 19/03/2012, 07:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan menyerahkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Orang Pribadi tahun pajak 2011 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (19/3/2012) pagi.

Presiden akan didampingi jajaran anggota Kabinet Indonesia Bersatu II, seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Keuangan Agus Martowardjojo. Demikian informasi yang diterima Kompas.com dari Biro Pers, Media, dan Informasi Istana Kepresidenan, Senin.

Setiap tahun, Presiden, didampingi jajaran pejabat pemerintah, akan menyerahkan SPT Tahunan PPh orang Pribadi. Terkait penerimaan pajak, pemerintah berencana menurunkan target penerimaan pajak dan menaikkan target penerimaan nonpajak. Rencana ini akan dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2012.

"Untuk penerimaan, yang saya lihat di bagian penerimaan nonpajak bisa dikoreksi naik, sedangkan untuk pajak mungkin ada sedikit koreksi penurunan. Tapi, di bagian belanja, kita harus kelola subsidi dengan lebih baik," kata Menkeu.

Pada APBN-P 2012, penerimaan pajak ditargetkan sebesar Rp 1.032,6 triliun, atau lebih besar dibandingkan dengan realisasi pada 2011 sebesar Rp 872,5 triliun. Sementara target penerimaan negara bukan pajak 2012 sebesar Rp 278 triliun, atau lebih rendah ketimbang realisasi tahun 2011 sebesar Rp 324,3 triliun.

Sementara itu, dalam kesempatan berbeda, Direktur Jenderal Pajak Fuad Rachmany menyatakan, perlambatan pertumbuhan ekonomi tahun 2012 secara langsung akan memengaruhi penerimaan pajak. Penurunan diperkirakan terjadi pada Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) badan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau