Sekjen PBB Ban Ki-moon ke Indonesia

Kompas.com - 19/03/2012, 10:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon akan berkunjung resmi ke Indonesia, 19-21 Maret 2012, sekaligus menghadiri pertemuan Dialog Pertahanan Internasional Jakarta II. Turut mendampingi, istrinya, Ban Soon-taek, serta sejumlah petinggi Sekretariat PBB.

Moon dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 20 Maret di Istana Bogor, sekaligus meninjau fasilitas Pusat Keamanan dan Perdamaian Internasional (IPSC) di Sentul, Bogor.

Hal itu disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, Senin (19/3/2012), dalam siaran persnya. Selama di IPSC Moon akan berpidato dengan tema "UN Peacekeeping: Challenges and Opportunities for Indonesia, the Region and Beyond."

Sekjen PBB juga telah dijadwalkan menyaksikan demo dari delapan Satuan Tugas di IPSC, yaitu Satuan Tugas Kesehatan (Medical Evacuation), Satuan Tugas Kompi Zeni, Satuan Tugas POM (Pengaturan Lalu Lintas), Peninjauan Sarana Prasarana, Pemantau Militer (Military Observers), Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Patroli), Satuan Tugas Force Protection Company (Fix Guard), dan Cimic Smart Car (Mobil Pintar).

Sementara di hari terakhir kunjungannya itu Moon dijadwalkan pula berpidato di depan forum Dialog Pertahanan Internasional Jakarta II dengan tema "The UN and Global Security: Collaboration and Partnership".

Menurut Faizasyah, kunjungan itu diharapkan dapat lebih meningkatkan kerja sama Indonesia dan PBB di berbagai bidang, termasuk dalam memastikan keberhasilan Indonesia memenuhi target pencapaian Millenium Development Goals (MDGs).

"Kehadiran Sekjen PBB di IPSC diharapkan dapat memberikan informasi langsung terkait perkembangan terkini dari UN Peacekeeping Operations sekaligus memberikan kesempatan kepada Sekjen PBB untuk melihat secara langsung kesiapan Pemerintah Indonesia dalam mendorong peningkatan kualitas peacekeepers Indonesia. Hal ini penting untuk mewujudkan visi 4,000 Indonesian peacekeepers di UN Peacekeeping Operations," paparnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau