TERNATE, KOMPAS.com – Seperti yang telah diberitakan, seorang wakil rakyat di DPRD Kabupaten Pulau Morotai yang merupakan kader Partai Demokrat, Janlys G Kitong, dibekuk polisi karena kedapatan berpesta sabu di kamar 303 Corner Place Hotel di Kelurahan Kampung Pisang, Kecamatan Kota, Ternate Selatan pekan lalu.
Politisi ini ditangkap anggota Dit Resnarkoba Polda Maluku Utara (Malut), Kamis (15/3/2012) dini hari, bersama salah satu teman perempuannya, Risna Setiawati -mantan istri dari salah satu putra Gubernur Maluku Utara. Terkait kasus ini, Partai Demokrat belum bersikap.
Abdurahman Daeng Suki, kader Partai Demokrat Kabupaten Pulau Morotai yang dimintai komentarnya, Senin (19/3/2012), mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan pihak berwajib atas kasus yang dialaminya.
“Tapi kalau sampai memang Pak Janlys harus di PAW (pergantian antarwaktu). Kita sudah siapkan orangnya untuk mengganti. Kita maunya orang yang mengganti Pak Janlys nanti adalah orang yang mendapat suara terbanyak kedua setelah Pak Janlys,” kata Abdurahman sembari menyebut nama Hi Nursaid sebagai peraih suara terbanyak kedua setelah Janlys.
Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Pulau Morotai, Ali Malase menyatakan BK masih menunggu keputusan internal Partai Demokrat atas kasus yang menimpa kadernya di DPRD Pulau Morotai, Janlys G Kitong tersebut. “Dalam Tatib (Tata Tertib) dewan, BK punya kewenangan memproses PAW anggota dewan bila meninggal dunia, diberhentikan dan mengundurkan diri. Bila kasus Janlys ini karena diberhentikan, maka kami akan menunggu usulan dari partai bila memang ada usulan PAW dari partainya,” jelas Ali.
Meski begitu, hak Janlys sebagai anggota DPRD Pulau Morotai berupa gaji tetap dibayar. Namun, hak berupa tunjangan selain gaji tidak diberikan. “Karena yang bersangkutan tidak beraktivitas kan. Jadi yang dibayar hanya gaji saja,” terang Ali.
Tentang keterlibatan koleganya, Abdurahman mengaku mengenal Janlys sebagai sosok yang bersahaja. “Entah Pak Janlys itu begitu ata tidak, sejak awal saya tidak pernah curiga. Karena dia itu orangnya suka bergaul, makanya kita tidak taruh curiga sampai di situ,” ungkap Abdurahman.
Pendapat senada pun diungkapkan Zainal Karim, rekan Janlys di DPRD Kabupaten Pulau Morotai. “Sebagai teman, saya tidak tahu kalau dia (Janlys) itu begitu (pemakai). Makanya saya kaget juga ketika dikasih tahu Pak Janlys ditangkap karena begitu. Sebagai anggota dewan, dia sangat intens melaksanakan agenda institusi,” ungkap Zainal singkat.
Di Kabupaten Pulau Morotai, Janlys dipercaya sebagai Ketua Harian DPD. Ini karena caretaker Ketua DPD Partai Demokrat Kabupaten Pulau Morotai, Michael Watimena yang lebih banyak beraktivitas di Jakarta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang