Pilkada dki

PKS: Kalau Tak Koalisi, Kami Maju Sendiri

Kompas.com - 19/03/2012, 12:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini merupakan batas terakhir pendaftaran bakal calon Gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada 2012. Sejumlah partai, kecuali Golkar dan PPP, masih terlihat gamang dan menimbang-nimbang, siapa nama yang cocok untuk diusung memimpin Jakarta lima tahun mendatang. Kegamangan juga tampak terjadi di Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Presiden PKS Lutfi Hasan mengaku hingga kini, partainya masih sangat terbuka terhadap nama-nama yang beredar, termasuk kemungkinan berkoalisi dengan partai lain.

"Tapi, kalau nggak ada yang mau berkoalisi, ya kami maju sendiri lah," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (19/3/2012).

Pernyataan tersebut bukannya tidak beralasan, Partai belambang bulan sabit dan padi tersebut memiliki 18 kursi di DPRD DKI, melebihi syarat 15 kursi yang ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI. Dengan demikian, PKS sebenarnya bisa mengajukan sendiri nama dalam bursa pencalonan Gubernur DKI.

Lutfi mengatakan, semua nama yang sempat beredar di media masa beberapa hari terakhir memiliki peluang, antara lain Hidayat Nur Wahid dan Triwisaksana.

"Semua nama punya peluang, semuanya 50-50, karena kami berbasis pada program, bukan pertimbangan politik, bagi kami siapa yang berkomitmen bangun Jakarta lah yang kami pilih," katanya.

Nama Triwisaksana atau yang lebih dikenal Bang Sani, dikatakan Lutfi, merupakan salah satu nama yang menjadi unggulan, namun Lutfi menyatakan tetap terbuka dengan tokoh-tokoh lainnya untuk disandingkan dengan Bang Sani.

"Komunikasi kami sangat intensif dengan semua partai kok," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau