JAKARTA, KOMPA.com — Kelompok tersangka pelaku terorisme di Bali yang tertembak tidak hanya menargetkan perampokan toko emas atau money changer, tetapi juga menargetkan aksi teror yang lebih luas. Kelompok tersangka yang tertembak itu juga merencanakan aksi pembunuhan dengan target tertentu (assassination).
Demikian disampaikan Direktur Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Petrus Golose di Jakarta, Senin (19/3/2012). "Target kelompok itu lebih luas, yaitu assassination di tempat-tempat wisata," kata Golose.
Aksi perampokan harta orang-orang yang dianggap kafir pada saat berperang (fa'i) oleh para tersangka kasus terorisme, lanjut Golose, merupakan bagian aksi teror untuk mencari pendanaan. Pendanaan yang diperoleh akan digunakan untuk aksi atau operasi teror yang lebih besar.
Berbagai aksi teror itu, menurut Golose, akan dilakukan sebelum hari Nyepi. Namun, polisi antiteror dapat mencegah. "Jadi, operasi polisi antiteror ini merupakan upaya pencegahan terhadap aksi teror," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang