Kulit Putih Bukan Idaman Perempuan

Kompas.com - 19/03/2012, 14:49 WIB

KOMPAS.com - Perempuan tidak mendambakan kulit putih, tetapi lebih menginginkan kulit yang lebih halus, lembut, dan lembab. Demikian hasil riset terhadap konsumen Indonesia untuk penggunaan losion tubuh, diadakan Beiersdorf, pada 2011.

Pelembab merupakan salah satu produk perawatan kulit yang digunakan perempuan untuk mendapatkan kondisi kulit dambaan ini. Masih menurut riset, Indonesia Hand & Body Lotion Usage & Attitude Study 2011, perempuan Indonesia juga menginginkan produk perawatan kulit, dalam hal ini pelembab, yang terasa lembut di kulit, tidak memicu reaksi alergi atau hipoalergenik, menggunakan bahan alami, dan dapat memproteksi kulit dari paparan sinar matahari atau pelembab yang mengandung SPF.

"Kulit putih masuk dalam 10 besar kondisi kulit yang diinginkan perempuan, tapi bukan lima besar keinginan perempuan akan kondisi kulit," jelas Ika Paramitha, Group Brand Manager PT Beiersdorf Indonesia saat peluncuran inovasi terbaru Nivea Hydro IQ di Jakarta beberapa waktu lalu.

Masalah tubuh dan kulit

Menurut riset yang sama, perempuan Indonesia mengalami lebih dari 20 masalah kulit dan tubuh yang dikhawatirkan dan juga terjadi selama satu tahun terakhir. Keinginan perempuan Indonesia untuk memiliki kulit halus, lembut, dan lembab didorong oleh sejumlah masalah kulit tersebut. Penggunaan pelembab menjadi salah satu solusinya, namun dari banyak inovasi skincare yang tersedia di pasaran, masih sedikit produk skincare yang memberikan hasil efektif dalam merawat kulit.

"Karena itu banyak perempuan yang mencari produk skincare dengan nilai tambah memberikan hasil lebih efektif, bukan sekadar memenuhi kebutuhan dasar membersihkan dan melembabkan tapi lebih dari itu," jelas Ika.

Sepuluh masalah kulit yang kerap dialami perempuan di antaranya, kulit kering, kusam, noda bekas jerawat, kulit gelap, bintik hitam, kerutan, kulit kasar, warna kulit tidak merata, berjerawat, mudah kecoklatan kalau terpapar sinar matahari.

Masalah kulit dan tubuh lainnya yang menjadi sumber kekhawatiran, dan juga terjadi pada perempuan di Indonesia di antaranya:
* Kulit berminyak.
* Rentan terkena alergi.
* Spider veins, pembuluh darah kecil berwarna ungu kemerahan yang sering kali terlihat di paha, pergelangan kaki, atau kaki terlihat seperti garis-garis halus.
* Kulit tak lagi kenyal dan kencang.
* Aroma tubuh tak sedap.
* Berlemak.
* Kulit gatal.
* Stretch mark.
* Keringat berlebihan.
* Ketiak mudah basah.
* Selulit.
* Kelebihan berat badan.
* Mudah teriritasi.
* Bekas luka.
* Kulit terlalu sensitif.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau