LIVERPOOL, KOMPAS.com - Pelatih Liverpool, Kenny Dalglish, mengaku terbuka terhadap kemungkinan timnya menghadapi Everton, di semifinal Piala FA. Menurutnya, hal yang penting adalah pertandingan tidak digelar pada hari peringatan tragedi Hillsborough, 15 April.
"Kami tidak akan bermain pada 15 April. FA dan UEFA selalu menghormati dan sangat mendukung dan itu adalah kredit besar untuk mereka. Jadi, saya tak berpikir, (FA) menjadwalkan kami bermain pada tanggal 15 April, karena kami tidak mau," ujar Dalglish.
"Sebelumnya, kami tak pernah bermain pada tanggal 15 April. Itulah acuannya. Apa alasan mereka ingin mengubahnya sekarang?" lanjutnya.
Liverpool melaju ke semifinal setelah menundukkan Stoke City 2-1, di Anfield. Adapun Everton masih harus melakoni tanding ulang perempat final melawan Sunderland pada 27 Maret mendatang, karena bermain imbang 1-1 pada pertemuan 17 Maret lalu.
Jika derbi Merseyside terjadi di semifinal, itu akan menjadi pertemuan pertama Liverpool dan Everton di Wembley, sejak 1989, tahun terjadinya tragedi Hillsborough. Pertandingan semifinal dijadwalkan berlangsung pada 14 dan 15 April mendatang.
"Merseyside akan berharap Everton lolos ke semifinal dan semua orang akan punya waktu bertemu satu kali lagi. Namun, Sunderland adalah tempat yang sulit ditaklukkan," tuturnya.
Sementara itu, partai semifinal lain akan menampilkan Chelsea melawan Tottenham Hotspur atau Bolton Wanderers. Chelsea meraih tiket semifinal setelah mengalahkan Leicester City 5-2, di Stamford Bridge, 18 Maret lalu.
Untuk Totenham dan Bolton, mereka melakoni pertandingan perempat final pada 17 Maret silam. Pertandingan dihentikan pada akhir paruh pertama dengan kedudukan 1-1, karena gelandang Bolton, Fabrice Muamba mengalami serangan jantung. Belum ada pengumuman resmi dari FA, soal kapan Tottenham dan Bolton akan melanjutkan pertandingan tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang