Satu poin di kandang merupakan kerugian besar bagi Madrid yang berusaha menghentikan Barca meraih juara La Liga empat kali berturut-turut. Madrid kini mengantongi 71 poin dan Barcelona 63 poin dengan menyisakan 11 pertandingan.
Madrid sempat memimpin 1-0 melalui gol Karim Benzema pada menit ke-35. Namun, kelengahan pada menit akhir babak kedua, cukup bagi gelandang Santi Cazorla untuk menyamakan kedudukan.
Hasil imbang ini menghentikan laju Madrid yang selalu menang dalam 11 pertandingan terakhir. Madrid kini masih unggul 8 poin dari peringkat kedua, Barca. Selisih nilai bisa jadi 5 poin jika Granada takluk di Nou Camp, Rabu.
Perubahan selisih poin dua tim seteru abadi itu kembali membuka peluang Barca meraih juara La Liga empat kali berturut-turut. Pelatih Barcelona Pep Guardiola, sebelum Madrid ditahan 1-1 oleh Malaga, mengatakan, peluang mereka meraih gelar keempat sangat tipis.
”Saya tak peduli apa kata Guardiola. Kami tidak pernah berpikir liga telah selesai,” ujar kiper Madrid, Iker Casillas.
Pelatih ”El Real” Jose Mourinho menyatakan, persaingan meraih juara liga masih sangat terbuka. Hasil imbang dalam sebuah pertandingan merupakan sesuatu yang wajar dan bagian dari sebuah kompetisi.
”Masih ada 11 pertandingan dan 33 poin. Jadi kejuaraan masih terbuka lebar. Satu-satunya hal yang penting adalah pertandingan kami,” ujar Mourinho.
Madrid mampu mengambil pimpinan klasemen dari Barca berkat unggul di laga tandang. Sementara Barcelona banyak kehilangan poin saat laga tandang. Mereka hanya menang 7 kali, 5 kali imbang, dan 2 kali kalah. Produktivitas gol hanya 24 dan kebobolan 14 kali.
Bandingkan dengan rekor di Nou Camp yang menang 12 kali dan imbang sekali. Pasukan Pelatih Guardiola ini mencetak 53 gol dan hanya kebobolan 5 gol dalam 13 laga kandang. ”Kami tertinggal sejauh ini karena sampai sekarang kami terus tergelincir saat tandang,” ujar bek sayap Barcelona, Daniel Alves.
Pemain bertahan asal Brasil ini menegaskan, Barca bisa mengejar poin Madrid jika mampu memperbaiki penampilan saat tandang. Keseimbangan antara kandang dan tandang akan mendekatkan Barca pada gelar juara. ”Salah satu kunci musim ini adalah mulai meraih kembali keseimbangan itu,” ujar Alves.
Skuad Guardiola terakhir kali kalah di La Liga pada 11 Februari saat ditundukkan tuan rumah Osasuna 3-2. Lima pertandingan berikutnya diselesaikan dengan sempurna. Permainan Barca semakin berbahaya setelah menundukkan Bayer Leverkusen 7-1 di Liga Champions pada 7 Maret.
Lionel Messi yang mencetak lima gol dalam laga itu seolah tak terbendung untuk terus menjebol gawang lawan. Messi kembali mencetak dua gol saat menundukkan tuan rumah Racing Santander 2-0 dan akhir pekan lalu kembali mencetak satu gol melengkapi gol pembuka Xavi saat membekuk Sevilla 2-0.
Madrid yang terus dikejar oleh Barca juga akan menjaga selisih poin tidak berkurang dengan berjuang menuai poin penuh di kandang Villarreal, Kamis dini hari WIB. Laga ini sekaligus ujian pertama bagi pelatih baru Villarreal, Miguel Angel Lotina.
Mantan pelatih Espanyol dan Deportivo La Coruna itu ditunjuk menggantikan Jose Molina setelah Villarreal ditundukkan Levante 0-1.
Villarreal kini berada tepat di atas zona degradasi dan itu aib bagi tim ”Yellow Submarine”. Lotina bertugas menyelamatkan Villarreal dari ancaman degradasi. Musim lalu, Villarreal mengakhiri liga di peringkat keempat dan masuk zona Liga Champions, tetapi selalu kalah dalam enam laga grup.