Rossi Sempat Takut Dipecat

Kompas.com - 20/03/2012, 05:55 WIB

KOMPAS.com - Menjelang peluncuran motor baru Ducati Desmosedici GP12, Valentino Rossi tak terlalu aktif mengumbar kata-kata lewat akun Twitter-nya. "The Doctor" tidak mau membocorkan penampilan baru motor 1.000 cc yang akan ditunggangnya itu dengan alasan takut dipecat.

Bukan rahasia lagi jika Rossi selalu menjawab apa yang dilontarkan para penggemarnya. Melalui Twitter, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut bisa mengobati rasa penasaran fans. Tetapi tentang desain baru motor baru, pebalap Italia tersebut harus menahan diri untuk memberikan penjelasan meskipun para fans terus bertanya.

"Saya ingin memberikan kepada kalian tentang preview, tetapi mereka (Ducati) mungkin akan memecat saya," tulis Rossi lewat Twitter.

Rekan setimnya, Nicky Hayden, juga membuat para Ducatisti penasaran. Juara dunia 2006 ini menambahkan: "Saya kira orang-orang akan sedikit terkejut saat mereka melihat motornya besok."

Namun kini rasa penasaran tersebut sudah terjawab. Ducati telah meluncurkan "kostum" baru Desmosedici GP12, yang berlangsung di Borgo Panigale, Italia, Senin (19/3/12). Peluncuran ini dilakukan oleh Rossi dan Hayden, melalui live streaming di jejaring sosial Facebook milik sponsor Ducati, TIM.

Ada sedikit perbedaan antara GP12 dan GP11, di mana motor baru ini lebih menonjolkan warna putih di bagian depan dan samping fairing, plus strip hijau. Seperti biasa, motor Rossi masih mengandung unsur warna kuning, yaitu pada angka 46 yang merupakan nomor "keramat"nya, sedangkan pada angka 69 milik Hayden masih tetap dominan warna putih.

Tim yang bermarkas di Bologna ini mengalihkan peluncurannya secara digital setelah gagal memamerkan Desmosedici GP12 dalam acara peluncuran resmi nan spektakuler di Madonna di Campiglio, Italia, awal Januari lalu.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau