JAKARTA, KOMPAS.com - Pada detik-detik terakhir, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusung nama Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini sebagai calon gubernur dan wakil gubernur yang akan maju dalam Pilkada 2012. Hidayat membantah bahwa dengan majunya ia dan Didik dikarenakan gagalnya lobi politik dengan partai lain dalam usaha koalisi.
"Secara prinsip komunikasi, selama tidak tertutup atau selama masing-masing pihak belum mendaftarkan kandidatnya, tentu masih terbuka dan semuanya pasti membuka diri akan hal itu," tegasnya kepada wartawan di Kantor DPP PKS, Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (19/3/2012).
Hidayat melanjutkan sejak awal, partainya memang mempertimbangkan beberapa nama calon dari kader sendiri untuk direncanakan menjadi pemimpin Jakarta lima tahun mendatang. Salah satu yang mendorong hal tersebut adalah mengingat posisi gubernur dan wakil gubernur Jakarta merupakan jabatan yang strategis.
"Kita harus mengambil keputusan yang sangat tepat untuk posisi dan prosesi pemilihan gubernur DKI, dan tentu DKI adalah sebuah kondisi yang istimewa, ibukota negara, barometer nasional, dan sangat layak jika kemudian kita berpikir dengan sangat matang untuk pencalonan di Jakarta ini," lanjutnya.
Hidayat yang juga merupakan salah satu anggota Dewan Syuro PKS tersebut mengungkapkan, partainya telah memberitahu dirinya sejak lama perihal pegajuan namanya untuk maju dalm Pikada Jakarta. Namun hal tersebut belum sampai pada keputusan yang definitif.
"Tadi pas mengambil keputusan, dan saya mengambil keputusan itu," tegasnya.
Ia juga mengaku kejadian pilgub 2007 lalu takkan terulang, dengan maju sendiri mendukung Adang Darajatun sementara partai lain mengadakan koalisi besar mengusung Fauzi Bowo. "Saya justru berharap tahun 2004 terulang, karena pada saat itu PKS memenangan pemilihan di Jakarta," tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang