Minim Sentimen, Rupiah Stagnan

Kompas.com - 20/03/2012, 10:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Selasa pagi belum bergerak nilainya masih di posisi Rp 9.170 per dollar AS.

Pengamat pasar uang dari Milenium Danatama Sekuritas, Abidin di Jakarta, Selasa mengatakan, pelaku pasar mengurangi frekuensi perdagangan pasar valuta asing (valas) dikarenakan minimnya sentimen. "Investor uang wait and see, minimnya sentimen baru membuat pelaku mengurangi transaksi di pasar uang," ujarnya.

Rupiah telah terapresiasi terhadap dolar AS sejak pekan lalu, pergerakan nilai tukar domestik bukan dipicu oleh data, namun lebih disebabkan oleh faktor-faktor teknikal. "Rupiah masih mempunyai potensi pelemahan, namun rupiah diperkirakan juga akan mendapatkan dorongan seiring masih masuknya dana asing ke dalam negeri," katanya.
    
Ia menambahkan, nilai tukar dalam negeri diporyeksikan akan memperoleh dorongan jika indeks harga saham gabungan (IHSG) berada dalam area positif. Abidin memperkirakan, Bank Indonesia (BI) juga masih menjaga nilai tukar rupiah agar terus berada di bawah kisaran Rp 9.200 per dollar AS.

Analis Monex Investindo Futures Johanes Ginting menambahkan, ketegangan di negara kawasan Eropa nampak tengah mereda, spekulan masih tetap berpandangan "bearish" (pelemahan) terhadap Eropa seiring dengan beberapa investor uang telah memangkas sebagian posisi jualnya. "Data ekonomi penting dalam beberapa hari mendatang minim, berarti hanya akan ada sedikit peluang bagi investor untuk mengevaluasi perekonomian AS dan global, sehingga laju pergerakan mata uang mungkin masih minim," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau