Puting beliung di kepulauan selayar

Penyaluran Bantuan Terkendala Cuaca Buruk

Kompas.com - 20/03/2012, 10:43 WIB

KEPULAUAN SELAYAR, KOMPAS.com - Cuaca buruk menghambat penyaluran bantuan pada korban terjangan puting beliung yang tersebar di 38 desa dari enam kecamatan di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

"Kami sudah menerima bantuan berupa 100 tenda, 100 helai selimut dan 100 set peralatan dapur dan beberapa bantuan lainnya. Cuma, kami belum bisa mengirimnya karena terkendala cuaca buruk," kata Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Saiful Arief, yang dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (20/3/2012) melalui telepon genggamnya.

Kendati demikian, lanjut Saiful, pihaknya akan terus mengupayakan pendistribusian bantuan dengan berkoordinasi dengan pihak Syahbandar terkait izin pelayaran menuju beberapa kecamatan yang terpisah dari kabupaten.

Penyaluran bantuan itu juga akan dikoordinasikan kepada para camat agar bantuan bisa didistribusikan secara proporsional berdasarkan laporan yang diterima. 

Saiful meminta agar seluruh pegawai melalui SKPD termasuk BUMN, BUMD, instansi vertikal, sekolah-sekolah agar menyiapkan dompet peduli bencana. Bahkan Forum Silaturahim Antarmubalik (Forsam) sudah menyusun jadwal terpadu bekerja sama dengan panitia masjid sekota Benteng agar menyediakan celengan peduli bencana.

Sementara itu, Sekertaris Camat Pasi'masunggu, Tauhik Muhktar yang dihubungi via ponsel mengaku belum menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten.

"Kami sudah menerima informasi dari kabupten bahwa bantuan sudah siap hanya saja pendistribusiannya terkendala faktor cuaca yang tidak bersahabat, akan tetapi warga yang mengalami kerusakan ringan sudah dapat dibantu bakti sosial dan gotong royong masyarakat. Namun mereka yang rumahnya sudah rata dengan tanah dan rusak berat harus menunggu bantuan dari kabupaten," jelasnya.

Tauhik menambahkan hingga saat ini Pulau Jampea masih diguyur hujan deras dan angin kencang. Kondisi juga gelap gulita karena jaringan listrik rusak. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, lebih dari 1.000 rumah yang tersebar di 38 desa dan enam kecamatan di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, diterjang angin puting beliung.

Berdasarkan informasi yang diterima Kompas.com, Minggu (18/3/2012) sore, tercatat  1.303 rumah warga di 23 desa yang mengalami rusak parah. Kerusakan di 15 desa lainnya belum diketahui karena terkendala dengan putusnya hubungan transportasi dan komunikasi.

"Tim SAR masih melakukan pendataan. Pada umumnya rumah warga yang terbuat dari semi permanen itu rusak parah," kata Muhammad Daeng Siudjung, warga Kepulauan Selayar yang dihubungi melalui ponsel.

Siundjung menceritakan, kejadian tersebut menimpa warga Kepulauan Selayar pada Senin (19/3/2012) sore. Angin puting beliung tiba-tiba menerjang permukiman penduduk kabupaten yang satu-satunya terpisah dari Provinsi Sulawesi Selatan itu.

Tidak hanya rumah warga, seluruh fasilitas pemerintah seperti kantor, puskesmas, kantor polsek, koramil, serta tempat ibadah pun hancur. Bahkan, beberapa jalan tertutup dengan timbunan sampah yang disapu puting beliung.

Warga berharap pemerintah kabupaten segera membantu para korban agar dapat segera membuatkan tempat pengungsian. Sebab beberapa korban yang rumahnya hancur terpaksa harus tidur ditumpukan puing-puing rumah yang sudah porak-poranda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau